Konsesi dalam negosiasi

Colleagues, di dalam satu negosiasi juga dikenal istilah Konsesi. Konsesi disini maksudnya adalah mengalah untuk mencapai kesepakatan. Biasanya konsesi dilakukan klo udah ngga ada titik temu. Konsesi bisa jadi pasrah aja
a.k.a tanpa syarat (unconditional), ato mungkin dengan syarat (conditional). Klo konsesi bersyarat, salah satu caranya ya Trading Off yang kemarin itu.

Tapi yang paling penting kita harus pelajari dulu, seberapa perlu kita harus melakukan konsesi, & sejauh mana. Untuk itu ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk konsesi:

  • Timingnya harus pas, jangan terburu-buru.
  • Alasannya harus jelas, supaya colleagues ngga nyesel di kemudian hari.
  • Sebaiknya bersyarat, supaya colleagues ngga terlihat sebagai pihak yang kalah.
  • Tunjukkin klo konsesi yang colleagues lakukan memberikan nilai bagi orang lain.
  • Tunjukkin sikap positif klo memang colleagues mau menerima konsesi.

negosiasi

Untuk membuat suatu konsesi yang baik juga ada tekniknya:

  • Label your consession. Pastikan konsesi yang kita berikan mendapat perhatian/penghargaan dari pihak lain.
  • Demand reciprocity. Usahakan supaya mendapat imbalan dari konsesi yang diberikan.
  • Make concession in installments.Jangan kasih konsesi sekaligus, kita juga perlu liat aspek psikologisnya.
Advertisements

Cari tau soal Trading Off yuk!

HAPPY MONDAY COLLEAGUES! Semangat kan hari ini? Masih inget kan tulisan saya minggu lalu soal BATNA, Reservation Price, & ZOPA? Nah yang terakhir ini ada Trading Off. Trading Off sendiri adalah mekanisme dalam proses negosiasi dimana masing-masing pihak saling take and give atas hal-hal yang menjadi kepentingannya. Biasanya teknik Trading Off sering dipake klo ada perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara Pengusaha dengan Serikat Pekerja (SP). Berikut contoh tuntutan dari pihak Pengusaha dan SP yang saya ambil dari salah satu modul CHRP:

Trading Off

Trading Off disini maksudnya adalah bersedia melepaskan salah satu/beberapa tuntutan dengan syarat tuntutan lainnya bisa dipenuhi. Misalnya model tuntutan SP dan Pengusaha sebelum adanya perundingan seperti table di atas. Pada saat terjadi perundingan SP bersedia melepas tuntutan nomor 5 asalkan tuntutan nomor 2 dan 4 dipenuhi oleh pihak Pengusaha. Atau misalnya, Pengusaha bersedia memenuhi tuntutan nomor 2 dari SP asalkan SP bersedia mencabut tuntutan nomor 1. Kurang lebih seperti itu colleagues. Selamat beraktifitas!