[Review] ASUS X-202E Vivobook

Udah lama ngga ngereview barang, kali ini saya mau review notebook yang udah saya pake kira-kira 1 bulan terakhir ini, Asus X-202E Vivobook. Biasa deh, klo nyari notebook murah pilihan saya selalu jatoh ke Asus, soalnya reliable banget. Emang sih bukan notebook performance. Waktu saya beli pun alasan utamanya karena paling murah diantara jajaran notebook touchscreen yang udah dibekalin Windows 8. Kebetulan untuk Vivobook 11.6″ sendiri ada 2 tipe, X-201 dengan Intel® ULV Celeron® 847, dan X-202E dengan Intel® Core™ i3 3217U. Di atas itu ada Vivobook 13″ dengan Intel® Core™ i5. X-202E sendiri tersedia dalam 3 warna: Silver, pink, & dark grey (kebetulan punya saya dark grey). Tapi itu hanya body atasnya aja. Bagian dalam warna silver, dan bagian bawahnya warna abu-abu tua. Sedangkan untuk bezel monitornya warna hitam.

vivobook x202e

Untuk desainnya juga ngga mengecewakan. Asus Vivobook ini desainnya mirip banget sama Macbook. Bodinya dari alumunium dengan tombol terpisah. Asli, dari bentuk fisiknya, yg ngebedain sama Macbook cuma warna sama logonya doing. Beratnya juga enteng banget, cuma 1.4kg (masih lebih berat helm AGV saya :D), & tebelnya cuma 2.17kg. Batrenya kurang lebih tahan sekitar 4 jam. Maklumlah soalnya touchscreen, jadi ngga bisa diharapin tahan lama. Tapi yang paling saya suka adalah fitur InstanOn-nya. Buat saya ini sangat ngebantu banget, soalnya saya jarang Shutdown, paling dibikin sleep mode aja. Dengan InstanOn ini cuma butuh waktu 2 detik buat startup & langsung siap pake. Katanya juga bisa discharge pake USB charger (mungkin model powerbank gitu kali ya), tapi saya belum pernah coba.

Asus X202E

Langsung aja ya saya bahas plus minusnya.

Plus (+)

  • Harga miring banget, 6juta buat yang pake i3 & 4jutaan buat yang pake Celeron. Cuma 60-70% dari harga merk lain dengan produk sejenis.
  • Layar sentuh & HDMI
  • Built in Windows 8 original
  • Bodi alumunium, tipis, & tombol keyboardnya individu (terpisah antara satu tombol dengan yang lain)
  • USB 3 ready

Minus (-)

  • Isi paket minimalis. Colleagues jangan ngarepin dapet bonus apapun ya. Dusnya kecil banget. Isinya cuma notebook, charger sama lap buat touchscreennya. Ngga ada mouse, atau bahkan sleevenya.
  • Built qualitynya memang agak kurang klo dibandingkan dengan yang lain (ada harga ada rupa lah), tapi juga ngga jelek-jelek amat.
  • Bezel monitor terlau lebar (sekitar 2cm) jadi ukuran bodinya lumayan lebar buat ukuran notebook 11.6″.
  • Ngga built-in Ms. Office. Cuma ada OS Windows 8, antivirus (itupun trial), sama program bawaan Asus aja. Office? Ya beli sendiri, lumayan lah yang student edition aja Ms. Office 2010 udah hampir sejutaan.
  • Batrenya di dalem bodi, ngga bisa dilepas, persis kaya Apple (entah ini plus atau minus, tapi buat saya sih ini minus).

Segitu aja colleagues, klo colleagues berminat, siap-siap aja buat nambah sleeve, screen protector, Ms. Office, & antivirus tambahan. Berikut spesifikasinya:

Prosesor Intel® Core™ i3 3217U Processor
Sistem Operasi Windows 8
Chipset Mobile Intel® HM76 Express Chipsets
Memori DDR3 1333 MHz SDRAM, OnBoard Memory 4 GB
Display 11.6″ 16:9 HD (1366×768) LED Backlight
Grafis Integrated Intel® HD Graphics 4000
Storage 500GB
Card Reader 2 -in-1 card reader ( SD/ SDHC/ SDXC/ MMC)
Kamera HD Web Camera
Networking Terintegrasi 802.11 b/g/n

Built-in Bluetooth™ V4.0
10/100 Base T

Interface 1 x COMBO audio jack
1 x VGA port/Mini D-sub 15-pin for external monitor
1 x USB 3.0 port(s)
2 x USB 2.0 port(s)
1 x RJ45 LAN Jack for LAN insert
1 x HDMI
Audio Built-in Speakers And Microphone
Adaptor Daya Output :
19 V DC, 1.75 A, 33 W
Input :
100 -240 V AC, 50/60 Hz universal
Dimensi 30.3 x 20.0 x 2.17 cm (PxLxT)
Berat 1.40 kg (dengan baterai 2 cell)
Jaminan 2 tahun garansi hardware global. *berbeda di setiap negara
1 tahun garansi baterai
Resolusi masalah secara on-line melalui tampilan antarmuka web (BIOS, update Driver)
Konsultasi install/uninstall Sistem Operasi (Windows® 8 )
Konsultasi install/uninstall perangkat lunak yang terpaket
Perangkat lunak pendukung ASUS
Advertisements

Perpanjang SIM sekarang musti tes ulang?

Sorry klo saya ketinggalan berita. Kebetulan kemaren STNK udah mo abis, jadi cari-cari informasi Gerai SAMSAT di TMCMetro. Eh malah nemu berita ini. Ternyata mulai tahun ini (entah mulai kapan akan diberlakukan) klo mau perpanjang SIM harus ikut tes ulang. Katanya sih karena masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas. Tesnya ada tiga colleagues, tes teori, simulator, sama praktek. Persis kaya’ waktu pertama kali bikin SIM. Cuma, klo pada saat perpanjangan SIMnya belum habis masa cukup ikut tes simulator aja. Tapi klo saat perpanjangan udah keburu habis masa harus ikut tes tiga-tiganya.

Perpanjang SIM

Saya sih apresiasi banget usaha POLRI buat yang satu ini. Soalnya sekarang ini pelanggaran lalu lintas udah jadi pembiasaan dan pembiaran. Tapi belum kebayang aja mekanismenya seperti apa, apa POLRI mau nyiapin simulator & trek segitu banyak terutama di gerai-gerai & SIM keliling? Ato malah klo udah habis masa ngga bisa lagi perpanjang di gerai & SIM keliling? Mudah-mudahan pengadaannya jangan diobyekin & tesnya jangan dicalo’in ya Pak Pol! 😀

So buat colleagues yang mau perpanjang SIM sebaiknya jangan sampe habis masa klo ngga mau ikut tes tiga-tiganya. Kebetulan SIM saya udah diperpanjang tahun lalu, jadi aman deh. Buat info apa aja yang diperluin buat perpanjang SIM udah pernah saya ulas sebelumnya disini.

Sumber

Akhirnya mulai nulis lagi!

Dear Colleagues, setelah lebih dari satu tahun blog ini hiatus akhirnya saya coba mulai nulis lagi. Ini udah kali kedua blog ini saya hiatuskan. Kemarin-kemarin soalnya sibuk sama kerjaan, kantor juga lagi dalam proses merger. Saya juga kebetulan sambil ngambil beberapa course untuk mensupport pekerjaan saya, jadi banyak nyita waktu.

Singkat cerita, akhir bulan lalu saya memutuskan buat berhenti kerja, & dengan berbekal ilmu yang sangat terbatas dan ala kadarnya saya mulai coba merintis karir sebagai seorang independent HR Professional. Jadi sorry… banget buat colleagues yang sebelumnya banyak subscribe karena blog ini related dengan dunia otomotif khususnya roda dua, kemungkinan besar tulisan-tulisan saya berikutnya bakalan lebih banyak ke sharing seputar dunia Human Resources. Bukan bosen sama dunia otomotif roda dua, saya masih sangat excited dengan dunia roda dua, tapi one thing I realized klo ternyata passion saya bukan disana, dan pengetahuan saya amat sangat dangkal soal dunia roda dua. Jadi saya pikir akan lebih baik klo saya sharing hal-hal yang menjadi passion saya, dan bisa lebih bermanfaat buat orang lain juga. Blog ini juga mungkin akan saya modified sedikit, buat ganti suasana aja. So, tunggu tulisan saya selanjutnya ya!

Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (4)

Balik lagi ama gw di sesi terakhir teknik melamar kerja. Sebagai penutup, ada 2 topik yang mau gw bagi kali ini. Pertama adalah memahami kontrak, dan yang kedua adalah negosiasi gaji dan benefit. 2 topik ini biasanya terjadi di interview ketiga.

Memahami Kontrak

Sebelum bicara hak-hak yang ditawarkan, lo harus pahami betul model kontraknya. Supaya ngga terjadi dispute di kemudian hari.

Yang pertama adalah posisi, wewenang, tanggung jawab (bedakan dengan jobdesc), line reportingnya siapa, bawahan/koleganya siapa aja (jika ada), & kliennya siapa (siapa yang harus lo layani). Biasanya klo jadi anak baru di kantor, kadang ada aja yang suka iseng ngasih kerjaan, padahal dari pihak lain yang bukan seharusnya. Makanya penting sekali untuk memahami struktur ini.

Yang kedua adalah tipe kontrak. Ada 2 kemungkinan, lo dikontrak temporer atau probation kemudian permanen. Klo lo dikontrak temporer, ada beberapa hal yang perlu lo cari tahu. Continue reading

Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (3)

Udah siap buat sesi berikutnya??? Nyok kita mulai!

Sebelumnya gw brief dulu. Tiap perusahaan punya metode interview yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan mereka. Tapi mostly sebelum interview biasanya ada waktu dimana lo diminta untuk mengisi formulir biodata/sejenisnya, dan soal psikotes. Walaupun ada juga yang langsung interview. Gw ga akan bicara mengenai teknisnya, tapi lebih ke manajemen waktunya. Klo lo dijanjikan interview dengan Ibu/Bapak A di sebuah perusahaan, jangan dateng mepet waktu, apalagi telat. Usahakan lo dateng paling lambat 1/2 jam sebelum jadwalnya. Antisipasi klo lo harus ngisi formulir-formulir tadi, atau mungkin lo mau touch-up dulu. Dan usahakan pada saat waktu yang dijadwalkan, formulir-formulir itu udah selesai diisi.

Kenapa? Lo ngga tau seberapa tinggi jabatan orang yang akan menginterview lo, dan lo juga ngga tau apakah dia punya waktu yang cukup luang buat lo atau ngga. Bisa jadi dia punya schedule dadakan yang ga bisa dihindari (ini biasanya sering terjadi klo interviewernya dari level top management). Jadi intinya, klo lo dijadwalkan interview jam 10, maka jam 10 lah lo mulai sesi interviewnya. Continue reading

Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (2)

Klo sebelumnya udah ngebahas soal resume, komponen yang kedua adalah appearance a.k.a penampilan. Tapi sekali lagi gw tekankan, ini bukan teoritical ataupun best practice. Tulisan gw ini hanya opini pribadi berdasarkan pengalaman gw. Ya suw, kita lanjut ya bro!

Appearance/Penampilan

Klo resume lo diminati dan lo dipanggil, usahakan untuk menghadiri undangan interview secara profesional. Yaitu berpakaian yang sopan dan layak. Cukup sopan dan layak saja, ngga perlu lebay tapi juga jangan slordig (coba cari istilahnya di kamus bahasa Belanda). Ga usah sampe pake jas trus mandi parfum segala. Cukup dengan pakaian yang rapi, bersih, tidak bau, dan yang paling penting nyaman dipakai. Ngga terlalu apa adanya, tapi juga ngga terlalu menor. Paling tidak, mencerminkan gaya berpakaian lo saat bekerja kalau seandainya diterima nanti.

Continue reading

Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (1)

Kadang kita dalam melamar pekerjaan ngga memberikan effort yang maksimal, atau memberikan impression yang terbaik bagi perusahaan yang kita tuju. Mungkin karena terlalu pede, atau bahkan cenderung minder. Makanya ngga jarang sebenarnya kita adalah kandidat yang kompeten, tapi justru malah ngga dilirik oleh perusahaan. Yang mau gw bagi kali ini (ngomongnya gw elo aja ya biar enak) sebenernya bukan teoritical, ataupun best practice (klo itu lo bisa googling sendiri, banyak teorinya). Tapi hanya sekedar sharing pengalaman gw sebagai seorang praktisi HR, interviewer, ataupun sebagai seorang jobseeker. Mudah-mudahan bermanfaat ya bro!

Pertama-tama, ada 3 komponen dasar dari melamar perkerjaan yang harus dipersiapkan dengan baik oleh seorang jobseeker. Yaitu resume, appearance, dan wawasan/mutu jawaban. Kalau ketiga komponen itu dikuasai dengan baik, jangankan hanya sekedar diterima, gaji yang diinginkan tanpa harus dinego pun bisa dengan mudah didapat. Yuk kita bahas satu-satu. Continue reading