Ada 2 logo sama, gimana nih?

Sharing dikit ya, semalem agak sedikit shock. Abis nonton Stand-Up Comedy di Metro TV, trus pindah channel ke RCTI. Ternyata lagi nayangin program traveling, namanya d’Journey. Acaranya sih lumayan seru. Cuma ada yang mengganjal. Ternyata format tulisan judul (logo) acaranya sama persis dengan format desain logo band saya dulu. Namanya Shuriken. Walaupun saya udah keluar dari tahun 2007, tapi tetep aja kaget kenapa format logonya bisa sama persis. Saya coba contact ke personil yang lain, ternyata ngga ada yang tau. Statusnya juga ngga jelas apakah logo ini masih dipakai atau ngga. Saya udah coba cari informasi, ternyata acara TV d’Journey baru tayang bulan lalu. Seinget saya, dulu logo ini dibuat oleh teman dari vokalis saya, & seinget saya juga, logo ini custom made. Jadi ngga mungkin ada 2 barang yang serupa. Monggo dicari sendiri persamaannya.

Continue reading

Advertisements

Susah dengerin lagu Jepang? Coba yang satu ini!

Sharing sedikit aja. Ada beberapa dari temen-temen saya yang bingung & nanya: “Kenapa sih lo suka banget dengerin lagu Jepang? Kan bahasanya lo ngga ngerti”. Yah… Klo urusan like/dislike sih susah ya. Tapi yang namanya musik itu kan bahasa universal, jadi harusnya kita ngga terpaku dengan 1 bahasa tertentu. Tapi klo masbro kesulitan dengerin musik Jepang, coba dengerin yang ini. Vokalis ini namanya Ken Llyod, nama lengkapnya Kentaro James Shibuya Lloyd. doi penyanyi rock Jepang blasteran doberman & cihuahua. Hwehehe… ngga ding, doi keturunan Inggris – Jepang :mrgreen:. Bokapnya Inggris, nyokapnya Jepang.

Continue reading

Curhat sedikit soal saya dan musik Jepang

Klo masbro liat di kategori musik di blog saya, kebanyakan isinya lagu-lagu Jepang. Kenapa sih saya suka lagu-lagu Jepang? Emangnya ngerti? Dibilang ngerti sih juga ngga, cuma seneng aja dengerinnya. Tapi sebenernya ceritanya panjang masbro, mindset itu udah tertanam sejak saya kecil. Sambil santai pulang kerja, curhat dikit boleh dong ya?

Diawalin dari waktu saya TK di akhir tahun 80an. Waktu itu sedang booming-boomingnya film Daisentai Goggle V di rental-rental video Beta, & VHS. Kebetulan saya suka disewain filmnya sama tante yang tinggal serumah. Jujur klo ditanya filmnya kaya’ gimana, saya ga bakal inget. Tapi klo lagunya saya ngga bakal lupa. Trigger kedua adalah film Dash! Yonkuro di TVRI. Mungkin masbro juga ngerasain betapa boomingnya mainan Mini 4WD yang lebih kita kenal dengan sebutan Tamiya. Lagi-lagi, klo ditanya filmnya gimana, saya bener-bener lupa. Tapi lagunya (yang dulu didubbing ke bahasa Indonesia) saya ingat betul. Selain dari lagu film, dulu saya juga suka lagunya Mayumi Itsuwa yang Kokoro no Tomo & lagunya Kitaro.

Continue reading

Suka dengerin musik-musik yang agak nyeleneh? Coba dengerin cali≠gari

Masbro suka dengerin lagu-lagu yang aneh menyimpang? Coba dengerin yang satu ini. Ini salah satu band favorit saya, namanya cali≠gari. Band ini berasal dari Jepang. Basicly sih ini band rock visual kei, cuma alirannya lebih ke erotic grotesque, atau yang di Jepang lebih dikenal dengan ero guro. Cali≠gari dibentuk pada tahun 1992, nama cali≠gari sendiri diambil dari judul film The Cabinet of Dr. Caligari. Cali≠gari pertama kali dibentuk oleh Ao Sakurai (gitar), Kureiju (vokal), Kazuya (bass), Katsumi (drum). Kemudian posisi Kureiju sempat diganti oleh Shin, dan akhirnya karir professional dimulai setelah diisi oleh vokalis ketiga bernama Shuuji. Sedangkan posisi Kazuya sempat diganti oleh Keji, dan mulai akhirnya diisi permanen oleh Murai Kenjirou, yang juga merupakan bassis dari band speed metal Sex Machineguns. Sementara di posisi drum, Katsumi akhirnya digantikan oleh Takei Makoto.

Continue reading

ESP Bardic 20th L’Anniversary, memperingati 20 tahun endorsement ESP dengan Tetsuya

Mungkin sebagian besar masbro udah pada tau L’Arc~en~ciel (Laruku). Band rock asal Jepang yang sudah mendunia. Tapi siapa sangka, ternyata sang leader Tetsuya Ogawa yang akrab disapa Tetsu atau Tetsuya ini sudah 20 tahun diendorse oleh ESP. Ngga cuma bass untuk keperluannya bermain di Laruku, tapi juga gitar untuk keperluannya solo karier. Untuk memperingati 20 tahun kerjasama Tetsuya dengan ESP, ESP mengeluarkan sebuah bass khusus yang desainnya diambil dari Bardic, bass seri teranyar yang digunakan oleh Tetsuya. Tapi Bardic yang kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Berikut perbedaannya dengan versi original.

Continue reading

[REVIEW] Dengerin “Dum Spiro Spero”-nya Dir en Grey… Ga mudeng euy!

Awal Agustus lalu, band metal terbesar di Jepang, Dir en Grey, merilis album baru yang diberi judul Dum Spiro Spero. Untuk ukuran band yang sudah lama ngga ngeluarin album baru, tentu album ini sangat dinanti-nantikan oleh fansnya, seperti saya ini. Akhir saya berhasil mendapatkan yang deluxe edition. Tapi sialnya, ternyata album ini adalah album experimentalnya mereka. So… hasilnya? Hehehe… Walopun penggemar berat musik metal, tapi yang ini asli, ga mudeng bro! Susah banget mencerna album yang berisi 16 lagu ini, kaya’ makan singkong ga pake minum… seret! Dari total 16 lagu dengan tracklist berikut: Continue reading