Performance, Competency, dan Performance Management

Good morning Colleagues! Gimana plan untuk hari Minggu ini? Ada rencana mau pergi kemana? Mumpung masih pagi sembari sarapan sebelum memulai aktifitas lainnya, saya mau sharing tentang performance, kompetensi, dan performance management. Kali ini saya mau mengutip tulisan milik teman sekelas saya waktu di Atma Jaya, Bapak Priagung Rahsilahputera (ijin share ya bos :D). Beliau sering memberikan logika sederhana dari ilmu-ilmu di dunia HR yang lagi dipelajari supaya lebih mudah dicerna. Mudah-mudahan bermanfaat!

Ada yang masih bingung dengan istilah “performance”, “competency”, dan “performance management”?

Ibarat seorang tentara, sebut saja si Rambu, terbukti jago saat latihan. Berhasil menembak 10 sasaran dengan tepat, bisa lempar granat jauh-jauh, bisa merayap tanpa ketahuan, menguasai teknik bela diri dengan pisau maupun tangan kosong, kita katakan si Rambu ini “memiliki kompetensi”. Apakah nanti saat diterjunkan ke medan perang dia juga jago? Rambu memiliki POTENSI tinggi untuk jadi jagoan perang beberapa tahun kedepan. Tapi belum tentu!

Berbeda dengan si RAMBO. Dia jagoan perang beneran. Tahun lalu berhasil membunuh banyak musuh, tidak peduli bagaimanapun caranya. Kita katakan RAMBO “memiliki kinerja” yang baik. Apakah si RAMBO ini juga “memiliki kompetensi” yang baik? Belum tentu! Buktinya waktu perang dia gak pernah lempar granat, tapi malah pakai panah. Jago menyusup, tapi toh selalu ketangkep juga oleh musuhnya. Gak pernah pakai rompi anti peluru, tapi hoki banget gak pernah kesamber peluru. Tapi di akhir film, selalu dia jadi pemenang perang. Jadi orang yang “memiliki kompetensi” seperti Rambu belum tentu “memiliki performance” yang baik seperti RAMBO. Begitu juga sebaliknya.

Lalu bagaimana dengan “Performance Management”?

Nah coba rentangkan kedua tangan Anda, tangan kiri lurus ke kiri dan tangan kanan lurus ke kanan. Sekarang kita namakan telapak tangan kiri sebagai “kompetensi Rambu” dan telapak tangan kanan sebagai “performance RAMBO”. PERFORMANCE Mangement itu selalu memperhitungkan 2 aspek yaitu “performance” dan “kompetensi” sekaligus. Bedanya pada Performance Appraisals:

  • Ada perusahaan/jabatan yang menghitung performance 100% dan kompetensi 0%. Pokoknya “hasil” atau “angka”! Contohnya performance appraisals untuk jabatan Sales. Perusahaan ini pasti doyan dengan istilah “Key PERFORMANCE Indicators”
  • Ada juga perusahaan/jabatan yang menghitung performance 100% dan kompetensi 100%. Contohnya PA untuk jabatan Staff Akuntansi dan sekertaris. Perusahaan ini pasti bangga dengan istilah “Competency Based HR Management”.
  • Tapi ada juga perusahaan/jabatan yang pilih tengah-tengah. Misalnya bobot Performance 20%, Competeny 80%. Atau 30-70, atau 50-50, atau 70-30, atau 80-20, dst. Karena menghitung keduanya (walaupun dengan bobot yang berbeda). Perusahaan ini pasti menggunakan nama “Performance Management”.

Sekali lagi, diharapkan orang yang memiliki “Kompetensi Rambu” (tangan kiri) maka akan memiliki “Performance RAMBO” (tangan kanan). Karena itu Performance Management memperhitungkan keduanya: performance 12 bulan terakhir, plus potensi beberapa tahun ke depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s