Knowledge Spiral Model? Apalagi nih?

In an economy where the only certainty is uncertainty, the one sure source of lasting competitive advantage is knowledge. I. Nonaka (1995)

Pagi Colleagues! Sambil nemenin colleagues sarapan, saya lanjut bahas Knowledge Management (KM) lagi ya. Saya mau bahas sedikit tentang Knowledge Spiral Modelnya Ikujiro Nonaka & Hirotaka Takeuchi. Teori ini cukup klasik tapi long lasting, sampai sekarang masih banyak dipake. Komponen utama dari teori ini sebenernya cuma dua: Tacit Knowledge, yaitu pengetahuan yang ada di dalam diri masing-masing orang; dan Explicit Knowledge, pengetahuan yang didokumentasikan (tulisan/rekaman). Pengetahuan ini bisa macem-macem, ga harus melulu soal teknis. Jadi colleagues ga perlu takut untuk berbagi. Jangan takut dibilang bodoh cuma lantaran ternyata pengetahuan kita masih lebih rendah dari orang lain, karena belum tentu secara detail pemahamannya sama. Mekanisme Knowledge Spiral Model ini konsepnya gampang banget, cuma ngumpulin tacit knowledge masing-masing orang, diconvert jadi explicit knowledge dengan cara disebarkan dan didokumentasikan supaya bisa diserap dan menjadi tacit knowledge baru buat orang lain. Begitu seterusnya. Proses ini terus berulang-ulang, jadi pengetahuan itu akan terus berkembang.

Secara lebih detail, tahapannya dibagi jadi empat:

  1. Sosialisasi. Ini tahapan yang paling awal, dimana tacit knowledge disosialisasikan, misalnya dengan sharing sesama rekan kerja satu divisi. Bisa dibilang disini prosesnya tacit-to-tacit.
  2. Eksternalisasi. Berikutnya, tacit knowledge ini didokumentasikan. Misalnya dibuat dalam bentuk tulisan, macem blog ini misalnya. Supaya bisa dibaca & dipahami orang banyak. Disini prosesnya tacit-to-explicit.
  3. Kombinasi. Tahap ketiga, explicit knowledge ini dikombinasikan dengan explicit knowledge yang lain. Sehingga explicit knowledge itu jadi makin sempurna. Misalnya colleagues punya satu konsep pemikiran, terus rekan kerja colleagues juga punya satu konsep pemikiran yang sejenis tapi beda pendekatan. Kemudian dua pemikiran ini disatukan untuk disempurnakan, supaya jadi satu konsep yang lebih matang. Proses ini explicit-to-explicit.
  4. Yang terakhir adalah Internalisasi. Maksud internalisasi disini explicit knowledge yang udah disempurnakan dari proses kombinasi tadi dipahami lagi oleh masing-masing orang supaya jadi tacit knowledge mereka masing-masing. Makanya proses ini disebut explicit-to-tacit.

Gimana colleagues? Gampang kan? Udah siap buat nerapin KM di tempat kerjanya masing-masing?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s