Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (4)

Balik lagi ama gw di sesi terakhir teknik melamar kerja. Sebagai penutup, ada 2 topik yang mau gw bagi kali ini. Pertama adalah memahami kontrak, dan yang kedua adalah negosiasi gaji dan benefit. 2 topik ini biasanya terjadi di interview ketiga.

Memahami Kontrak

Sebelum bicara hak-hak yang ditawarkan, lo harus pahami betul model kontraknya. Supaya ngga terjadi dispute di kemudian hari.

Yang pertama adalah posisi, wewenang, tanggung jawab (bedakan dengan jobdesc), line reportingnya siapa, bawahan/koleganya siapa aja (jika ada), & kliennya siapa (siapa yang harus lo layani). Biasanya klo jadi anak baru di kantor, kadang ada aja yang suka iseng ngasih kerjaan, padahal dari pihak lain yang bukan seharusnya. Makanya penting sekali untuk memahami struktur ini.

Yang kedua adalah tipe kontrak. Ada 2 kemungkinan, lo dikontrak temporer atau probation kemudian permanen. Klo lo dikontrak temporer, ada beberapa hal yang perlu lo cari tahu.

  • Berapa lama lo akan dikontrak?
  • Bagaimana nasib lo setelah kontraknya abis? Apakah akan diberhentikan, diperpanjang, atau diangkat permanen?
  • Klo diperpanjang, berapa lama? Inget aturan Depnaker, maksimal perpanjangan kontrak adalah 2 kali dengan waktu maksimal 3 tahun berturut-turut. Kontrak kedua ga boleh lebih panjang dari kontrak pertama. Kecuali klo lo kontraknya project based, biasanya tergantung dari durasi proyeknya.

Klo yang ditawarkan probation kemudian permanen, yang perlu lo cari tahu adalah:

  • Berapa lama masa probationnya?
  • Klo ngga lulus probation apakah harus berhenti, atau ada probation kedua? Klo ada berapa lama?
  • Klo mengundurkan diri, ada penalti atau ngga? Ada beberapa perusahaan yang memberlakukan sistem ini. Biasanya karena perusahaan udah investasi di awal untuk training karyawan.

Klo semuanya udah jelas, baru masuk ke tahap berikutnya.

Negosiasi gaji dan benefit

Banyak common mistakes yang terjadi adalah jobseeker terlalu fokus kepada berapa gaji yang ditawarkan. Menurut gw, jangan langsung bicara soal gaji, lo harus tau dulu benefit apa aja yang ditawarkan oleh perusahaan. Jadi klo lo udah menyebutkan expected salary di awal, pastikan angka ekspektasi lo adalah gaji yang lo harapkan klo seandainya perusahaan hanya memberi benefit yang minim. Tentukan juga bottom linenya berapa.

Tapi expected salary juga harus realistis. Klo lo udah kerja, jangan terlalu jauh dari gaji yang sebelumnya. Kenaikan 20-30% udah terbilang tinggi. Biasanya perusahaan bisa ilfeel duluan klo lo pasang harga kegedean. Klo udah gini, lo yang repot. Klo lo masih fresh graduate, lo bisa googling berapa harga pasar yang ideal untuk posisi yang lo cari. Tapi inget, biasanya harga pasar itu lebih tinggi dari realitanya, jadi jangan terlalu berharap banyak. Lo harus liat lagi perusahaannya seperti apa.

Back to benefit, benefit bisa macem-macem. Pastikan lo paham betul benefit apa aja yang ditawarkan, walaupun biasanya benefit bukanlah sesuatu yang bisa dinegosiasikan. Karena biasanya benefit sudah fixed & terikat sama standar peraturan perusahaan.

Berikut contoh macem-macem benefit, walaupun ngga selalu ada.

  • Cuti tahunan.
  • THR. Berapa besar & sistem pembayarannya gimana.
  • Jamsostek.
  • Dana pensiun.
  • Arusansi kesehatan (berapa preminya & siapa aja yang ditanggung).
  • Tunjangan kesehatan (rawat jalan, gigi, & kacamata), biasanya ada klo ngga dicover oleh asuransi.
  • Tunjangan harian (transport/meal)
  • Overtime.
  • Parkir langganan (klo bawa kendaraan).
  • Kendaraan operasional (untuk posisi tertentu).
  • Koperasi (Klo ada).
  • Tunjangan perjalanan dinas ke proyek/luar kota (klo ada).
  • Tunjangan sosial (married, kedukaan, dll)
  • Bonus (klo ada).
  • Tunjangan pajak (klo gajinya net basis).
  • Training.
  • Dll.

Klo udah dijabarkan semua benefit yang ditawarkan apa aja, baru lo pertimbangkan lagi apakah gaji yang lo harapkan masih bisa dinegosiasikan atau ngga. Disini kuncinya, klo lo rasa gaji yang ditawarkan masih terlalu rendah, jangan langsung kecewa. Tolaklah secara halus. Lo bisa bilang:

Saya percaya harga yang saya ajukan adalah harga yang pantas untuk value yang saya punya“.

Halus, tapi tepat sasaran. Klo cukup rendah tapi masih bisa lo negosiasikan, lo bisa bilang klo lo butuh waktu untuk mempertimbangkannya. Pada saat nanti (beberapa hari kemudian) lo akan memberikan jawaban, lo berikan tawaran yang sedikit lebih tinggi dari yang ditawarkan, tapi lebih rendah dari expected salary lo. Klo perusahaan ngga setuju juga, ya mungkin emang lo ngga berjodoh. Take it or leave it. Perhatikan juga komponen gaji yang ditawarkan. Biasanya gaji yang disebutkan adalah total pendapatan per bulan. Lo musti aware komponennya apa aja, berapa gaji pokoknya, apakah ada tunjangan-tunjangan atau ngga, potongannya apa aja, dll.

Terakhir, klo semuanya udah disepakati. Jangan lupa minta kepada interviewer untuk mencantumkan semua hasil negosiasi tadi ke dalam kontrak, supaya ga ada yang kelewat. Klo draft kontraknya udah lo pegang, lo pelajari lagi sebelum lo tanda tangan. Pastikan ga ada pasal yang absurd buat lo dan lo paham setiap detailnya.

Ga terasa… Niatnya cuma mo sharing sedikit, ternyata malah jadi 4 artikel. Ya suw, segitu aja dari gw. Semoga sharing gw ini bermanfaat. Goodluck to find a suitable job for you bro!

Jangan lupa cek fav tweet gw di @anggayin buat update klo lagi ada lowongan di perusahaan gw.

3 thoughts on “Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s