Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (3)

Udah siap buat sesi berikutnya??? Nyok kita mulai!

Sebelumnya gw brief dulu. Tiap perusahaan punya metode interview yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan mereka. Tapi mostly sebelum interview biasanya ada waktu dimana lo diminta untuk mengisi formulir biodata/sejenisnya, dan soal psikotes. Walaupun ada juga yang langsung interview. Gw ga akan bicara mengenai teknisnya, tapi lebih ke manajemen waktunya. Klo lo dijanjikan interview dengan Ibu/Bapak A di sebuah perusahaan, jangan dateng mepet waktu, apalagi telat. Usahakan lo dateng paling lambat 1/2 jam sebelum jadwalnya. Antisipasi klo lo harus ngisi formulir-formulir tadi, atau mungkin lo mau touch-up dulu. Dan usahakan pada saat waktu yang dijadwalkan, formulir-formulir itu udah selesai diisi.

Kenapa? Lo ngga tau seberapa tinggi jabatan orang yang akan menginterview lo, dan lo juga ngga tau apakah dia punya waktu yang cukup luang buat lo atau ngga. Bisa jadi dia punya schedule dadakan yang ga bisa dihindari (ini biasanya sering terjadi klo interviewernya dari level top management). Jadi intinya, klo lo dijadwalkan interview jam 10, maka jam 10 lah lo mulai sesi interviewnya.

Pertanyaan-pertanyaan

Back to topic, klo manner dalam interview sih ga usah dibahas lah ya, yang penting behave aja. Yang mau gw bagi disini adalah beberapa que yang sebenernya simple tapi tricky. Klo ngga tanggap, bisa jadi bumerang buat lo. Di dalam interview biasanya ada pertanyaan-pertanyaan yang umum muncul seperti: ceritakan tentang diri anda, apa kekuatan & kelemahan anda? kenapa memilih untuk apply disini? dll. Pertanyaan-pertanyaan tersebut umumnya keluar sebagai umpan, maka hati-hati dalam menyikapinya.

  • Klo lo diminta men-describe diri lo, JANGAN lo ceritain sama persis dengan isi resume lo. Bukan itu yang interviewer cari, tapi point-point yang bisa jadi nilai tambah buat mereka. Misalnya klo cerita soal pekerjaan lo, lo ngga cuma sekedar ceritain apa aja yang lo kerjain, tapi juga bagaimana cara kerja lo & output apa aja yang udah lo hasilin. Tunjukkan klo lo udah memberikan value lebih terhadap apa yang lo kerjain.
  • Atau klo misalnya lo ditanya, kenapa lo mau pindah dari perusahaan yang lama? Seburuk-buruknya alasan lo keluar dari perusahaan, jangan sekali-kali menjelekkan perusahaan lama lo. Kenapa? Interviewer akan berpikir, klo sekarang aja lo bisa ngejelek-jelekin perusahaan lo, gimana nanti klo lo mo resign & apply di tempat lain? Lo cukup bilang klo alasan lo pindah adalah motivasi lo untuk maju, atau lo interest dengan perusahaan yang lo apply, dll. Pokoknya positif reason lah.
  • Atau klo ditanya apa kelemahan & kekuatan lo, jangan ragu untuk mendeskripsikan diri lo apa adanya, jujur aja. Karena bukan kelemahan/kekuatannya yang diliat sama interviewer, tapi kemampuan lo untuk mengenal diri lo sendiri. Karena klo lo belum bisa bersahabat dengan kelemahan/kekuatan lo sendiri, gimana lo bisa bersahabat dengan issue-isssue yang bakal lo hadapi nanti? Atau bagaimana kemampuan lo me-manage tim dimana lo akan ditempatkan?

Brief perusahaan dan pekerjaan

Biasanya interviewer akan nge-brief lo tentang perusahaannya, dan tentang fungsi yang akan lo jalani. Simak baik-baik, jangan sok ngerti. Klo ada yang ngga lo pahami tanyakan betul-betul. Interviewer akan merasa dihormati klo lo menyimak dengan baik.

Untuk brief soal pekerjaan, biasanya interviewer akan membanding-bandingkannya dengan resume lo. Dia akan lihat apakah lo betul-betul seperti yang lo deskripsikan di resume atau lo cuma seorang pembual. Untuk itu, jangan ngegombal di resume lo. Pastikan klo lo memang seperti apa yang ada di resume lo. Yakinkan kepada mereka bahwa lo lah yang mereka cari. Kasarnya: Saya lah ahlinya!

Tahapan Interview

Umumnya interview dilakukan dalam 3 tahap, bisa di hari yang sama, atau juga di hari yang berbeda.

  • Tahap pertama biasanya topiknya seperti yang gw sebutin di atas. Biasanya yang melakukan interview adalah line manager atau HRnya.
  • Tahap kedua biasanya dilakukan oleh Managing Director. Biasanya tahap ini hanya dilakukan klo vacancynya untuk posisi-posisi yang strategis. Di tahap ini biasanya Managing Director cuma mau memastikan apakah lo orang yang tepat atau ngga. Biasanya yang dilihat bukan lagi soal technical, tapi lebih ke interpersonal skill lo. Misalnya kemampuan bernegosiasi, cara menjawab pertanyaan, cara dealing dengan orang lain, dll. Gw sendiri pernah diinterview sama President Director dan Regional Representative dari perusahaan asing, jujur tegang banget.:mrgreen:
  • Tahap ketiga biasanya udah masuk ke negosiasi kontrak dan gaji. Ini dilakukan oleh HR, kadang juga dilakukan oleh Line Manager & perwakilan bagian Keuangan. Yang ini di tulisan selanjutnya aja ya. Udah kepanjangan euy!

Udah malem nih, gw mo pulang dulu. Klo besok agak longgar gw sambung lagi buat sesi terakhirnya. Jangan lupa cek fav tweet gw di @anggayin buat info lowongan di perusahaan gw. Bye bro!

5 thoughts on “Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (3)

  1. makasih bgt info nya!!!aq bsok ada interview nih..cm kl dtnya knp kluar dr kerjaan lama bingung juga..cz alesan aslinya sih cari salary yg lbh mncukupi. dr sblmnya..hee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s