Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (2)

Klo sebelumnya udah ngebahas soal resume, komponen yang kedua adalah appearance a.k.a penampilan. Tapi sekali lagi gw tekankan, ini bukan teoritical ataupun best practice. Tulisan gw ini hanya opini pribadi berdasarkan pengalaman gw. Ya suw, kita lanjut ya bro!

Appearance/Penampilan

Klo resume lo diminati dan lo dipanggil, usahakan untuk menghadiri undangan interview secara profesional. Yaitu berpakaian yang sopan dan layak. Cukup sopan dan layak saja, ngga perlu lebay tapi juga jangan slordig (coba cari istilahnya di kamus bahasa Belanda). Ga usah sampe pake jas trus mandi parfum segala. Cukup dengan pakaian yang rapi, bersih, tidak bau, dan yang paling penting nyaman dipakai. Ngga terlalu apa adanya, tapi juga ngga terlalu menor. Paling tidak, mencerminkan gaya berpakaian lo saat bekerja kalau seandainya diterima nanti.

Gw punya pengalaman yang baru terjadi sekitar minggu lalu. Ceritanya gw lagi menginterview beberapa kandidat untuk resepsionis. Tapi sebelumnya ada pertanyaan dari gw: Harusnya resepsionis itu seperti apa sih? Buat gw, resepsionis adalah wajah perusahaan. Kualitas perusahaan bisa dicerminkan dari kualitas resepsionisnya. Resepsionis ga harus cantik, tapi… apapun bisnisnya, resepsionis harus good looking, rapi, friendly, helpful, & udah pasti menguasai mannernya seorang resepsionis. Back to the story, Jumat kemarin gw menerima kandidat resepsionis yang dateng jauh-jauh dari Bandung, berpenampilan lusuh (untuk ukuran ngelamar kerja posisi resepsionis: pake celana jeans, sepatu kets, sweater, kemeja flanel, bawa ransel, ngga dandan, & smelly).  Baru ngeliat appearancenya aja gw udah ogah banget buat nginterviewnya. Tapi berhubung dia udah dateng jauh-jauh dari luar kota, tetap harus kita terima dan apresiasikan dengan baik.

Poin yang mau gw sampaikan dari cerita di atas adalah: Apapun posisi yang lo apply, se-confidence apapun lo dengan kualitas diri lo, tetap lo harus menghormati perusahaan yang mengundang pada saat lo diundang untuk interview. Berpakaian yang rapi, ngga bau, good looking (maksudnya ngga kumel, nyisir, dsb) itu udah jadi syarat mutlak. Tapi juga jangan lebay supaya perusahaan ngga over expected. Waktu interview rapi banget, begitu kerja lusuh banget. Kan ga lucu.

Gw sendiri kerja di perusahaan engineering yang notabene karyawannya mostly orang lapangan. Di kantor gw, karyawan pakaiannya bebas. Bahkan setiap hari gw pake celana jeans & riding shoes di kantor (bahkan banyak yang pake safety shoes lapangan). Tapi manner harus tetap dijaga. Jangan sampai mentang-mentang merasa kualitasnya bagus, kemudian semaunya. Kualitas tanpa attitude = NOTHING. Soalnya, setiap karyawan adalah corong perusahaan. Gw sendiri klo menginterview orang, atau memenuhi undangan interview selalu berpakaian sopan. Biasanya sebelum memenuhi undangan interview gw nanya dulu, disana cara berpakaian kerjanya seperti apa. Klo kultur perusahaannya sangat rapi (seperti perusahaan asuransi/bank), tentu gw akan menyesuaikan. Tapi klo kulturnya engineering/lapangan (yang jauh lebih mementingkan kualitas pribadi ketimbang penampilan), tentu penampilan sehari-hari kerja udah cukup buat gw. Mungkin tinggal ganti sepatunya aja.

Segini dulu ya, nanti dilanjutin lagi. Kira-kira any comment ngga untuk poin yang kedua ini?

Lagi-lagi gw umumin, kantor gw lagi buka lowongan. Infonya bisa lo cek di fav. twitter gw di @anggayin.

2 thoughts on “Sedikit sharing tentang teknik melamar kerja (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s