Menanti era motor listrik di Indonesia

Saya, dan mungkin segelintir orang lainnya, begitu menantikan era kendaraan listrik (terutama motor) berjaya di Indonesia. Terlepas dari tetek bengek urusan infrastruktur, speed yang dihasilkan, dan yang lainnya; Sebagai biker yang selalu bergulat dengan padatnya jalanan ibukota setiap hari, motor listrik mungkin bisa menjadi alternatif solusi untuk mengurangi tingkat stress di jalan raya.

Mari kita bayangkan… Mengantri di lampu merah Jakarta yang rata-rata >120 detik lamanya, tanpa harus menghirup asap knalpot dan tanpa harus merasa pekak dengan raungan kendaraan di sebelahnya. Man! Honestly, ini surga dunia buat gw! Bayangkan penurunan jumlah polusi yang sangat signifikan kalau ini diterapkan.

Memang… Bicara tentang kendaraan listrik tentu bicara soal kendala-kendala yang akan dihadapinya. Misalnya konsumsi listrik negara yang akan meningkat tajam. Untuk itu dibutuhkan pembangunan pembangkit listrik ekstra untuk mencukupi pasokan listrik negara. Ga usah ngomong soal PLTN, ini Indonesia bung! resiko human errornya terlalu besar. Tapi wind turbine mungkin bisa membantu. Belum lagi penyediaannya infrastrukturnya (SPBU misalnya). Saya sendiri kurang tahu apakah charging battery di SPBU listrik bisa secepat isi bensin di SPBU bahan bakar fosil? Secara klo ngecharge HP aja berjam-jam.

Misalnya begini, berikut dialog antrian di SPBU elektrik:

Konsumen1: Mbak, isi batrenya dong!

Pelayan: Berapa banyak Pak?

Konsumen1: Full tank

Konsumen2: Aaargghhh!!!! Depan gw isi full tank???

Tapi ini bukan sesuatu yang mustahil. For the sake of our earth & better future, kenapa ngga? Bahkan sebuah kejuaraan motor listrik sudah ada sejak tahun 2009 lho! Namanya TTXGP. Yang keren, tagline mereka adalah The eGrandPrix. Walaupun belum se-happening MotoGP & SBK, tapi setidaknya kejuaraan ini benar-benar ada. Bukan cuma angan-angan belaka. Yang saya bayangkan adalah, MotoGP merupakan balap motor prototype, dimana hasil R&Dnya mungkin merupakan masa depan motor komersil. Seandainya MotoGP pake electric bike, tentu kita berada selangkah lebih dekat dengan penerapan electric bike secara massal. Walaupun tentu pasti banyak kontranya. Terutama dari perusahaan-perusahaan sponsor yang bergerak di bidang perminyakan macem Repsol, Castrol, & Shell. Tapi sekali lagi… Ini bukan sesuatu yang mustahil.

Mungkin kedepannya kita bakal nonton MotoGP tanpa raungan. Nonton langsung dari sirkuit pun yang kedengeran cuma suara “Ziiinggg… Ziiinggg….”.

One thought on “Menanti era motor listrik di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s