Curhat sedikit soal saya dan musik Jepang

Klo masbro liat di kategori musik di blog saya, kebanyakan isinya lagu-lagu Jepang. Kenapa sih saya suka lagu-lagu Jepang? Emangnya ngerti? Dibilang ngerti sih juga ngga, cuma seneng aja dengerinnya. Tapi sebenernya ceritanya panjang masbro, mindset itu udah tertanam sejak saya kecil. Sambil santai pulang kerja, curhat dikit boleh dong ya?

Diawalin dari waktu saya TK di akhir tahun 80an. Waktu itu sedang booming-boomingnya film Daisentai Goggle V di rental-rental video Beta, & VHS. Kebetulan saya suka disewain filmnya sama tante yang tinggal serumah. Jujur klo ditanya filmnya kaya’ gimana, saya ga bakal inget. Tapi klo lagunya saya ngga bakal lupa. Trigger kedua adalah film Dash! Yonkuro di TVRI. Mungkin masbro juga ngerasain betapa boomingnya mainan Mini 4WD yang lebih kita kenal dengan sebutan Tamiya. Lagi-lagi, klo ditanya filmnya gimana, saya bener-bener lupa. Tapi lagunya (yang dulu didubbing ke bahasa Indonesia) saya ingat betul. Selain dari lagu film, dulu saya juga suka lagunya Mayumi Itsuwa yang Kokoro no Tomo & lagunya Kitaro.

Berikutnya adalah era TV swasta di tahun 90an. Banyak sekali lagu-lagu dari film animasi Jepang (yang tayang di TV swasta lokal) jaman saya SD yang saya suka. Sebut saja lagunya film animasi seperti Saint Seiya, Voltron, Candy-candy, Doraemon, Dragon Ball, Magic Girls, Magic Knight Ray Earth, Shulato, Patlabor, Ronin Warriors, dll. Ngga cuma dari film animasi, lagu-lagu dari film-film super hero seperti Ksatria Baja Hitam, Winspector, Jiban, Ultraman, dll. Drama-drama Jepang yang tayang di TV swasta juga saya tonton waktu saya SD. Seperti Tokyo Love Story, Ordinary People, 101 Proposal, dll. Lagu-lagunya pun saya suka, terutama lagu OST (Original Soundtrack) Ordinary People yang berjudul True Love yang dibawakan oleh Fujii Fumiya.

Kenapa harus lagunya yang diinget? Karena musik udah jadi bagian dari keseharian saya sejak kecil. Bapak saya dulu hobby main organ. Status saya anak tunggal s/d umur 7 tahun. Saya ngga punya saudara laki-laki yang sepantaran yang rumahnya dekat. Adanya jauh, di Bandung (saya di Jakarta). Yang tinggal serumah malah om & tante dari Bapak saya, yang mereka saat itu masih ABG. Jadi pengetahuan musiknya cukup luas. Dari masih balita, saya udah terbiasa dengan lagu-lagu dari Koes Plus, Rafika Duri, Vina Panduwinata, Chrisye, Jason Donovan, NKOTB, Michael Jackson, Bon Jovi, Scorpion, Van Halen, dll. Disaat anak-anak sepantaran saya dengerinnya lagu Adi Bing Slamet, Melisa, Bondan Prakoso, dll. Jadi kebiasaan mudah mencerna segala macam musik sejak kecil, dikombinasikan dengan hobi saya nonton film animasi Jepang & baca komik, bikin saya hafal beberapa jenis film justru dari lagunya.

Pertengahan hingga akhir 90an, atau tepatnya waktu saya SMP s/d awal-awal SMA, bisa dibilang saya kehilangan akses dengan lagu-lagu Jepang. Karena sejak akhir SD saya udah mulai hobi main gitar & bass. Dan sejak kelas 1 SMP udah mulai asik ngeband. Kiblatnya berubah total jadi lagu barat. Mulai dari glamrock, speedmetal, britpop, ska, sampe punk. Masa-masa SMP & SMA saya full buat ngeband.

Kelas 2 SMA, atau awal tahun 2000, adalah tahun reunian saya kembali dengan musik Jepang. Triggernya adalah film Samurai-X. Kebetulan waktu kelas 2 SMA saya pindah sekolah, dan ketemu temen-temen yang juga suka lagu Jepang. Dari situ kenal lah dengan band L’Arc-en-Ciel pengisi OST (Original Soundtrack) film Samurai-X. Di saat yang sama, terbitlah majalah Animonster. Majalah yang mengulas animasi, musik, film, & kultur Jepang pertama di Indonesia. Selain itu, penjual cd-cd bajakan lagu-lagu & film-film Jepang udah mulai banyak bergerilya. Biasanya merangkap jual cd game playstation atau action figure. Sebut saja Hobby Japan yang cukup terkenal saat itu.

Dari kebiasaan suka beli cd bajakan lagu Jepang lah kenal banyak band Jepang seperti Glay, X-Japan, Luna Sea, Psycho le Cemu, dll. Selain itu beberapa produsen kaset udah mulai nerbitin kaset & cd artis-artis Jepang. Diantaranya yang resmi masuk sini ada Utada Hikaru, Yuko Yamaguchi, Le Couple, L’Arc-en-Ciel, Glay, & Lunasea. Karena waktu itu akses masih cukup terbatas, hampir bisa dibilang lagu dari semua artis saya serap.

Tahun 2003-2006 bisa dibilang masa keemasan dari lagu-lagu Jepang. Era Japan Invasion ini dikenal dengan sebutan Jejepangan, saya pernah ulas disini dan disini. Di tahun-tahun ini bisa dikatakan akses untuk mendapatkan lagu-lagu Jepang benar-benar terbuka. Saya sendiri sempat bikin band yang membawakan lagu-lagu Jepang.

Sekarang lagu-lagu Jepang udah ngga booming lagi. Walaupun dengan kemajuan internet akses untuk mendapatkan lagu-lagu Jepang lebih terbuka, tapi karena udah ngga booming jadi saya udah ngga update lagi. Biasanya saya hanya mengikuti perkembangan dari artis-artis yang saya suka aja. & yang suka saya posting disini adalah artis-artis yang saya suka sejak saya kecil atau sejak era keemasan Jejepangan.

Jadi begitu ceritanya masbro. Makanya saya & lagu-lagu Jepang udah nyatu banget. Bahkan dulu waktu SMA, disekolahan saya ada 2 orang dengan nama Angga. Biasanya buat ngebedainnya saya biasa dipanggil dengan sebutan Angga Jambang, atau Angga Jepang. Mungkin karena udah melekat kali ya?:mrgreen:

Eh, ga terasa udah hampir sejam saya nulis artikel ini. Mandi dulu ah. Selamat istirahat masbro. Terakhir, ini ada bonus beberapa lagu Jepang yang saya suka waktu kecil.

2 thoughts on “Curhat sedikit soal saya dan musik Jepang

  1. ku berlari-lari mengejar mobilku
    mengikuti kata hatiku
    dash.. mobilku nomer satu
    buatan ayah yang selalu kucinta

    Kimi no tame ni tsubasa ni naru kimi o mamori tsuzukeru
    Yawarakaku kimi o tsutsumu ano kaze ni naru
    Ano hi ano toki ano basho de kimi ni aenakattara
    Bokura wa itsumademo mishiranu futari no mama

    haiyah.. masih inget aja :hammer::mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s