Sensasi ngebut ala Lorenzo di Yamaha Racing Coaster

Akhirnya bisa ngerasain maen di indoor theme park yang diklaim sebagai indoor theme park terbesar di dunia. Yup, apalagi klo bukan Trans Studio Bandung yang lagi booming itu. Sebenernya sih biasa aja, klo ama Dufan mungkin ukurannya cuma 1/5nya aja. Cuma menang indoor (jadi ngga terpengaruh cuaca), & banyak live shownya. Tapi ada 1 wahana yang menarik banget, khususnya buat masbro yang doyan sama otomotif, terutama olahraga balap MotoGP. Namanya Yamaha Racing Coaster. Disini kita bakal ngerasain sensasi melaju dengan kecepatan yang sama dengan M1nya Lorenzo (katanya).

 

Ngga cuma wahananya, kemasannya pun sangat menarik. Di depan wahana dibuat seolah-olah menyerupai etalase part-part motor Yamaha di bengkel. Mulai masuk ke dalam jalur antrian, kita bakal menjumpai motor M1 Lorenzo asli (seperti yang di PRJ beberapa waktu lalu) dan racing suit lengkap Lorenzo. Selain itu ada juga sekilas profil 2 rider Yamaha Factory Jorge Lorenzo dan Ben Spies. Anda juga akan menjumpai Lorenzo dan Komeng sedang berdialog berdua di dalam 2 layar TV yang berbeda bersahut2an. Dengan paduan bahasa Inggris & Indonesia, jadinya terlihat lucu banget, khas Komeng lah jokenya. Lebih ke dalam lagi, sebuah YZF-R1 putih mejeng menggoda dengan latar belakang starting grid. Masuk ke lorong berikutnya berubah lagi temanya. Kali ini menyerupai pabrik motor yamaha. Kita akan menjumpai New Jupiter MX dan V-Ixion yang lagi dibedah. Terakhir, mendekati roller coasternya, dipajang 3 produk YMKI yang diklaim memiliki teknologi juara (V-Ixion, New Jupiter MX, dan Xeon). Selain itu, para crew wahana ini memakai seragam yang mirip dengan warna seragam Yamaha Factory Racing waktu masih jadi Fiat Yamaha. Dinding-dinding di sekitar roller coasternya juga dibuat menyerupai paddock Yamaha Factory Racing.

Terus gimana rasa roller coasternya? Asli mantab poll masbro! Roller coasternya bisa menampung 12 orang. Dibuat menyerupai M1, sisi kanan motor Lorenzo, sisi kiri motor Ben Spies. Saya udah coba dua-duanya. Klo masbro pengen sesuatu yang menantang, mending duduk di sisi kanan, karena tikungan coaster ini ke kanan semua, jadi berasa rebah banget. Klo duduk di sisi kiri kurang berasa rebahnya.

Coaster ini memiliki pengaman yang letaknya di pinggang dan tungkai bawah. Berbeda dengan seperti roller coaster Halilintar yang memiliki pengaman model baju pelampung. Sebelum mulai, kita akan menyaksikan Lorenzo di layar TV yang akan melakukan countdown dalam bahasa Spanyol. Setelah itu, berbeda dengan Halilintar yang awalnya jalan pelan-pelan, kita langsung dilontarkan sekencang-kencangnya. Terasa banget jambakannya. Setelah lurus, langsung nanjak dan menikung tajam ke kanan, kemudian lurus dan menikung tajam lagi ke kanan, lalu lurus dan menukik ke atas hingga posisinya benar-benar vertikal (tegak lurus). Setelah itu kita akan ditarik mundur kembali dengan kecepatan yang sama.

Overall, coaster ini termasuk wahana paling seru di Trans Studio (imho). Kalau dibandingkan dengan Halilintar, masing-masing punya keunggulan. Di Halilintar kita dibuat deg-degan dulu pelan-pelan dengan tanjakannya, kemudian ada sensasi vertikal flip & double spiral flip yang itu semua ngga ada di Yamaha Racing Coaster. Tapi sebagai gantinya, kita bakal ngerasain jambakan ala motor balap, 2 tikungan kanan yang “rebah” banget, dan berhenti dengan posisi vertikal. Selain itu, kemasannya juga jauh lebih menarik. Ide pajangan-pajangan motor dsb di sepanjang jalur antriannya, klo boleh saya bilang itu brilliant banget. Saya sendiri sempat merelakan puluhan orang melewati saya demi jeprat-jepret racing suit & motor yang dipajang.

Gitu aja reviewnya masbro. Monggo diliat foto-fotonya. Maaf klo burem, soalnya cuma pake kamera HP tanpa flash.

13 thoughts on “Sensasi ngebut ala Lorenzo di Yamaha Racing Coaster

  1. Pingback: Yuk kita intip detail racing suitnya Lorenzo! « SPACE? Romantic

  2. @Mas Mul
    Main ke bandung dong pas libur lebaran, ntar skalian kopdaran kita:mrgreen:

    @Ipanase
    Karena kemasannya ala motogp jadi berasa seru banget. Kali aja kedepannya bakal ada Roller Coaster ala HRC ato Ducati. Hehehe…

    • wah klo pas musim liburan pasti lama banget antrinya masbro, apalagi kan waktu itu trans studio baru buka. Pasti sumpek banget tuh, secara tempatnya juga kecil. Saya aja nunggu tanggal anak2 sekolah pada masuk dulu:mrgreen:

  3. Emang bener jambakannya edan,saya juga pikir pas start pelan eeh ini langsung ngebut,cuma wahana dunia lainnya kurang serem,apa karna untuk semua umur kali yah jd gak serem ?

    • Iya, tracknya juga terlalu pendek. Tapi kemarin saya coba naik lagi pas magrib (ngga ada antrian, cuma saya berdua) & 1 kereta cuma berdua. Lumayan bikin deg2ser juga. Apalagi keretanyan sempet berhenti 2x.:mrgreen:

    • wkwkwkwkwk… klo soal bekicot saya masih amatiran om, malu sama senior:mrgreen:
      Soalnya kemaren perginya sama nyonya sih, ga enak mau foto2 sama SPGnya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s