Assen 2011, lebih dari sekedar drama

Agak basi dikit gpp ya, maklum baru ketemu internet lagi nihšŸ˜›. Bagi bro yang nonton perhelatan MotoGP Assen Sabtu lalu mungkin setuju dengan pendapat saya diatas. Pertarungan kuda besi kali ini memang benar-benar panas. Semua itu sudah tercium jauh sebelum pertarungan dimulai. Apa saja kejadian seru yang mewarnai GP kali ini? Yuk kita bahas satu-satu.

Tudingan kecurangan Tim Ducati oleh media Spanyol

Semua orang tahu klo MotoGP bukan sekedar balap motor, tapi juga perang urat syaraf antara Spanyol dengan Itali. Mulai dari kejadian Rossi-Sete, Rossi-Lorenzo, Simoncelli-Lorenzo, hingga Simoncelli-Pedrosa. Seperti yang pernah dibahas oleh Mas Iwan Banaran, kali ini giliran media Spanyol yang menuding Tim Ducati berbuat curang dengan merilis GP11.1 yang notabene memiliki banyak kemiripan dengan GP12 yang akan digunakan tahun depan. Mereka beranggapan pengembangan GP12 cuma kedok aja.

Pengganti Pedrosa adalah Aoyama, bukan Simoncelli

Aoyama dipilih untuk menggantikan Pedrosa sementara waktu di tim Repsol Honda. Padahal semua tau kalau Simoncelli sangat jauh lebih superior jika dibandingkan dengan Aoyama. Mungkin karena penyebab absennya Pedrosa adalah Simocelli sendiri. Bahkan dalam diskusi kecil dengan bapak saya (Yang sama-sama penggila MotoGP), “Klo Simoncelli yang gantiin Pedrosa, bisa-bisa yang finish Simoncelli doang. Stoner & Dovi ikut ndlosor”:mrgreen:

Insiden jatuhnya Simoncelli

Banyak yang beranggapan klo insiden jatuhnya Simoncelli yang ngegandeng Lorenzo adalah sebuah skenario/disengaja. Pasalnya, jika Lorenzo dibiarkan melenggang begitu saja, bisa-bisa Lorenzo yang finish pertama. Apalagi didukung dengan saat itu Yamaha sedang memperingati 50 tahun keterlibatannya di MotoGP. Sebagai seorang tentara Yamaha, Lorenzo tentu ingin memberikan yang terbaik bagi tim yang mengayominya.

Konsistensi Rossi dengan GP11.1

Banyak yang meng-“under-estimate” The Doctor dengan GP11nya. Alasannya adalah sampai saat ini The Doctor belum menemukan setup yang pas untuk motor barunya. Tapi dengan GP11.1, walaupun dengan setup yang jauh dari sempurna dan hanya bisa start di urutan ke-11, Rossi mampu menunjukkan konsistensinya sebagai legenda MotoGP dengan finish ke-4. Ini bukti kalau Ducati mengalami kemajuan dan Rossi belum boleh dianggap remeh.

Stoner boleh cepat, tapi Lorenzo semakin ke depan

Ambisi Lorenzo untuk menaklukkan Stoner sangat jelas terlihat di GP kemarin. Bocah Spanyol ini memang benar-benar gila. Mengingatkan saya dengan Rossi waktu di M1 dulu. Gimana ngga? Walaupun udah dijatohin & turun ke posisi 13, serta dengan motor yang performa dibawah RCV212, masih mampu nyodok hingga finish ke-6. Baru Lorenzo & Rossi yang bisa begini.

Ā 

Ben Spies, Idola baru MotoGP

Penampilan Spies sangat mengagumkan. Benar-benar tak terjamah bahkan sama Stoner sekalipun. Pembalap yang tahun lalu menerima penghargaan Rookie of the Year ini mampu meninggalkan pembalap tercepat MotoGP dengan selisih waktuĀ 7.697 detik. Klo kata Matteo: “Luar Biaza!”

Itu aja masbro yang bisa saya rangkum dalam pertarungan MotoGP kemarin. Any question?

3 thoughts on “Assen 2011, lebih dari sekedar drama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s