Suzuki, Inovasi Sudah Mati

Miris klo ngeliat kondisi Suzuki di kancah roda dua sekarang. Benar-benar ngga berdaya menghadapi 2 musuh abadinya. Padahal klo ngeliat dulu, jamannya Susi masih bertagline “Inovasi Tiada Henti”, bisa dibilang Susi salah satu produsen yang memiliki teknologi tercanggih. Bahkan terlalu canggih, sehingga seolah-olah pasar yang belum siap menerima teknologi tersebut. Sekarang… Susi bagai Harimau tak bertaring. Semua inovasi yang dilakukan oleh Susi kini dinikmati oleh kompetitornya. Mungkin cocok klo Susi memasang tagline “Inovasi Sudah Mati”. Sambil makan siang, kita nostalgia sedikit yuk apa saja inovasi besar yang pernah Susi lakukan.

Bebek langsing – Suzuki Arashi 125

Bisa dibilang ini salah satu pelopor bebek langsing di Indonesia. Bebek ini bentuknya Gixxer banget. Termasuk bebek yang ber-cc besar pada jamannya. Sayang penjualannya ngga sebagus Shogun. Sebenarnya Arashi bukan satu-satunya Bebek langsing yang bisa dibilang “produk gagal”, Honda Revo pun juga jadi korban. Tapi, coba liat sekarang, gimana larisnya Honda Blade. Ternyata pasar baru siap menerima inovasi seperti ini. Arashi terlalu cepat.

Bagasi luas, Filter di CVT – Suzuki Skywave 125

Skywave dilahirkan untuk head-to-head dengan Yamaha Nouvo. Tapi Skywave menawarkan sesuatu yang berbeda, yakni bagasi yang lebih luas dengan memindahkan filter ke atas blok CVT. Sayang, saat itu matic bongsor udah ngga populer. Mio, Vario, & Spin lah yang sedang jadi primadona. Nouvo pun disuntik mati oleh YMKI. Walaupun Skywave masih bertahan lebih lama, tapi penjualannya ga semulus produk tetangga. Pasalnya, selain bodi bongsor udah ngga “In”, putaran bawah Skywave terbilang berat & suara mesinnya cukup kasar. Tapi klo udah ngacir… Muantab masbro! Akhirnya, konsep yang serupa ditiru oleh Honda Spacy, yang disinyalir penjualannya akan lebih moncer. Secara brand sayap sebelah ini nomor wahid di Indonesia.

Terlalu sempurna – Suzuki FXR 150

Motor ini benar-benar gila! Jujur menurut saya pribadi, belum ada motorsport 150 cc di Indonesia yang punya fitur yang serupa, yang mirip paling cuma CBR 150R lama. Saya sendiri sempat tergila-gila saat pertama kali motor ini keluar di awal tahun 2000an. Mesin DOHC, model sporty banget, stang jepit, speedo digital, double disc, arm banana, apalagi yang anda cari? Muntahan tenaganya pun sampai 20.11 HP @13000 RPM. Seng ada lawan deh pokoknya! Sayang pasar Indonesia saat itu belum siap. Harga yang ditawarkan pun lumayan tinggi (diatas 20 jutaan klo ga salah). Tapi believe it or not, sekarang sekenannya banyak diburu oleh para homosek (hobi motor seken). Memang motor ini sangat pantas untuk jadi collector’s item. FXR pun menurunkan gennya pada Suzuki Satria FU. Tapi bebek tetaplah bebek. Pridenya beda dengan motor sport. Motor sport klo ngacir keliatan keren banget. Lha klo bebek ngacir? Paling dibilang seruntulan, trus ridernya dianggap alay:mrgreen:. Saya (dan saya yakin banyak pecinta motorsport di Indonesia) masih sangat mengharapkan jiwa FXR 150 direinkarnasi kembali. Mungkin dengan wajah yang berbeda (iya dong, masa’ udah 10 tahun tampangnya masih gitu-gitu aja). Tapi, Suzuki ngga perlu repot-repot memikirkan inovasi besar, karena teknologi FXR150 adalah teknologi yang diminati saat ini. Cukup dengan sedikit facelift sesuai keinginan pasar, bandrol dengan harga yang wajar, dijamin FXR baru menjadi rekomendasi obat ganteng bagi para pecinta motorsport.

Udahan ah nostalgianya, sebentar lagi jam kerja. Monggo dikomentari masbro.

Gambar nyomot dari sini, sini, sini, dan sini.

3 thoughts on “Suzuki, Inovasi Sudah Mati

    • Yoi Tor, FXR emang keren banget. Apalagi yang livery Telefonica Movistar. Sayang kayanya Suzuki yg sekarang ngga minat sama motorsport.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s