Sekilas tentang Canon in D

Mungkin masbro udah banyak yang tau Canon in D, lagu ini merupakan sebuah masterpiece karya Johann Pachelbel, komposer asal Jerman yang hidup dari 1 September 1653 s/d 9 Maret 1706. Karya ini sempat menghilang selama berabad-abad hingga diperkenalkan kembali pada tahun 1919. Pada tahun 1970, Canon in D menjadi sebuah maha karya yang selalu diperdengarkan di mana saja. Kesederhanaan Canon in D membuatnya menjadi sebuah lagu klasik yang tak lekang oleh waktu. Kenapa sederhana? Lagu instrumental ini hanya dimainkan oleh 3 violin dan 1 contra bass. Rhythm-nya itu-itu saja dan berulang-ulang. Hanya melodinya saja yang berubah-ubah. Tapi itu yang membuat Canon in D menjadi lagu yang sangat enak didengar.

 

Saya dan Canon in D

Pertemuan pertama saya dengan lagu Canon in D pada saat SMA, kurang lebih 11 tahun lalu. Bukan versi asli yang saya dengar, tapi dari konser band rock Jepang bernama GLAY. Sang gitaris Hisashi Tonomura melakukan session solo gitar dengan background musik lagu Canon in D. Awalnya saya ngga tau klo itu lagu klasik, yang saya tau cuma lagu itu enak didengar. Hingga akhirnya pada pertemuan kedua, masih di sekitar tahun yang sama, pada film Neon Genesis Evangelion : Death and Rebirth. Lagu Canon in D menjadi background musik pada ending film ini. Yang buat saya menjadikan lagu dan film ini benar-benar perpaduan yang sempurna.

Hisashi Tonomura - GLAY

Neon Genesis Evangelion : Death and Rebirth

 

Modifikasi Canon in D

Canon in D termasuk salah satu lagu yang paling banyak dimodifikasi. Klo masbro mau cari, di Youtube banyak sekali variasi Canon in D dengan berbagai macam jenis aliran musik. Salah satunya yang paling terkenal adalah Canon Rock, karya Lim Jeong-hyun a.k.a Funtwo dari Korea. Funtwo sebenarnya hanya remaja biasa yang merekam permainan gitarnya dengan webcam dan diunggah di mule.co.kr, sebuah situs musik asal Korea. Canon versinya pertama kali diperdengarkan pada tahun 2005. Kemudian seseorang dengan nickname guitar90 mengunggah video tersebut ke Youtube dengan judul guitar. Entah rugi entah untung, tapi berkat guitar90-lah Funtwo menjadi sangat terkenal (jadi artis Youtube juga kaya’ Sinjo & Norman Kamaru :mrgreen:). Hingga sekarang, video ini sudah dilihat sebanyak 89,693,021 kali. Gila!!! Sejak itu, banyak orang-orang yang mengikuti jejak Funtwo memodifikasi Canon in D dengan berbagai macam versi. Tapi sampe sekarang belum ada aransemen yang seenak Funtwo.

Lim Jeong-hyun a.k.a Funtwo

Itu aja masbro, sekilas tentang Canon in D. Terakhir, saya tampilkan video Canon in D versi klasik & versi Funtwo. Enjoy!

Sumber :

2 thoughts on “Sekilas tentang Canon in D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s