Deep condolence for the friendliest driver in my office

Only the good die young“, Queen (1997)

Kemarin saya pulang tenggo (begitu teng langsung go) dari kantor, soalnya mau ngambil laundry. Ternyata sang permaisuri lembur malam itu (kebetulan satu kantor). Niatnya abis mandi & makan malam mau balik lagi ke kantor buat jemput doi. Sesampainya di kantor, saya mendapat kabar kalau seorang driver kantor yang terbilang masih dalam usia produktif baru saja meninggal dunia karena serangan jantung. Namanya Rudianto Setiawan, kami biasa memanggilnya Pak Iwan. Beliau tergolong baru di kantor. Pertama kali bergabung pada bulan Desember 2009, Pak Iwan langsung diposisikan sebagai driver di salah satu proyek kami di Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat. Setelah proyek selesai barulah beliau bergabung di head office, tepatnya pada 19 April 2010.

Semasa hidupnya, walaupun saya kurang begitu mengenal beliau (HR macam apa saya ini?), tapi beliau termasuk karyawan yang amat sangat sopan dan ramah. Tidak pernah sekalipun saat bertemu beliau tidak menyapa sambil senyum dan menundukkan kepala. Walaupun kadang saya ngga “ngeh” kalau ada beliau di situ, pasti selalu ditegur. Sekitar dua bulan terakhir memang beliau sempat anfal & dilarikan ke rumah sakit. Tapi hanya dalam beberapa minggu sudah sehat dan beraktifitas kembali. Siapa sangka, fisik yang dalam keadaan bugar tiba-tiba bisa langsung drop dan lewat begitu saja. Akhir kata, Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan Pak, semoga amal ibadah Bapak diterima di sisi Allah SWT. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran & ketabahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s