Bencana gempa dan tsunami Jepang… Kok ga ada Ebiet G. Ade-nya?

Hehehehe… Iseng aja nih masbro. Sering liat berita tentang gempa dan tsunami di Jepang akhir-akhir ini, jadi mikir… Di Jepang ada Ebiet G. Ade-nya juga ga ya? Tau sendiri di Indonesia, tsunami di Aceh… OSTnya pake lagu Ebiet, gempa di Jogja… Ebiet juga, meletusnya Merapi… Ebiet lagi! Sampe2 saya mikir… Kang Ebiet ini penyanyi spesialis bencana alam ya? Ya ga ada salahnya juga sih, namanya rejeki masing2 orang cuma Allah yang tau lewat mana turunnya.


Cuma poin yang mau saya sampaikan… Marilah kita bersama2 berkaca pada Jepang. Bangsa yang bisa pulih dengan cepat setelah ditiban oleh “Little Boy” dan “Fat Man” di tahun 1945. Bangsa yang selalu menjadikan gempa sebagai menu sarapan, makan siang, dan makan malamnya. Bangsa yang “hanya” kehilangan 1000an warganya setelah disiram tsunami yang diakibatkan oleh gempa yang hanya selisih 0.3 SR dari gempa di Aceh, namun selisih korbannya sangat jauh, padahal Jepang lebih maju dan lebih padat penduduknya ketimbang Aceh.



Tidak terlalu banyak pemberitaan mengenai tsunami Jepang ini. Tapi saya yakin proses pemulihannya akan berlangsung dengan cepat. Ngga seperti di kita, di TV kebanyakan talkshow. Mengumbar dramatisasi. Mengundang narasumber2 yang tidak perlu (artis asal Aceh lah, artis yang pernah ke Aceh lah, tokoh yang sok tau tentang Aceh lah) yang tujuannya semata2 hanya untuk meningkatkan rating saja. No Action Talk Only (NATO). Ujung2nya cuma nunggu bantuan pihak asing aja. Sebut saja ADB, World Bank, Muslim AID, World Vision, dll; Semua perhimpunan dunia pernah ikutan nyumbang. Pas udah jadi proyek pun, masih aja ada pihak2 yang nyari keuntungan pribadi.



Marilah kita belajar dari Jepang. Banyak pembelajaran yang bisa kita ambil. Banyak tindakan pencegahan yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi bencana. Jepang juga bukan negara yang mengharapkan bencana. Tapi mereka menanamkan sejak dini penanggulangan bencana kepada warganya. Sehingga jumlah korban bisa ditekan seminimal mungkin. Kita ngga butuh pemberitaan yang berlebihan. Kita ngga butuh belas kasihan. Yang kita butuhkan hanyalah uluran tangan untuk saling bekerja sama.


Sebagai penutup, coba kita simak baik2 video ini. Banyak hikmah yang kita ambil. Setuju ngga masbro? Akur dong! Monggo disharing…

Gambar: hasil googling dengan keyword “ebiet g ade” dan “tsunami japan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s