Speed Alarm di transportasi umum? Penting ngga sih?

Masbro mungkin pernah dengar berita kecelakaan beberapa waktu lalu yang menimpa jasa transportasi travel antar kota X-Trans yang menewaskan 3 orang. Kebetulan salah seorang korbannya adalah dosen adik saya di salah satu universitas swasta di Bandung. Dua hari lalu, pagi hari pada saat perjalanan saya pulang ke Bandung, kecelakaan yang serupa terjadi lagi di km 60an. Kali ini menimpa travel Cipaganti. Maaf saya tidak sempat mengabadikan gambarnya. Tapi kalau dilihat, bagian depan mobil tersebut hancur total. Sungguh menyedihkan, sarana transportasi umum yang saat ini bisa dibilang sudah menjadi sarana transportasi primer bagi para traveler Jakarta-Bandung ini memiliki tingkat kecelakaan yang cukup tinggi. Supir yang ugal2an diduga menjadi penyebab utamanya. Saya sendiri lebih baik memilih tidak jadi berangkat kalau harus duduk di bangku depan.

Kecelakaan ini seharusnya bisa dihindari jika supir lebih berhati2. Memang banyak faktor yang menyebabkan supir menjadi seperti itu. Bisa dari kebiasaan supir itu sendiri. Atau bisa juga karena kondisi traffic yang tinggi sehingga supir harus menancapkan gas lebih dalam supaya bisa sampai tepat waktu. Seperti yang pernah saya alami, karena jalan macet sangat, sampai2 begitu tiba di checkpoint hanya absen saja. Penumpang tidak diperkenankan turun walau hanya untuk ke toilet karena sudah telat. Tapi apa iya karena alasan tersebut harus mengorbankan kenyamanan penumpang yang sudah membayar mahal ongkosnya?

Credits to rebornes.wordpress.com

Credits to rebornes.wordpress.com

 

Back to topic, baru saja saya temui, di salah satu travel yang saya naiki, utk meminimalisir tingkat kecelakaan si armada dipersenjatai oleh nistem navigasi GPS yang dilengkapi oleh speed alarm (atau biasa disebut Fleety) yang akan berbunyi jika mobil sudah mencapai batas kecepatan maksimum yang ditentukan. Wah, canggih juga ya! Saat ini sepengetahuan saya baru armada taksi Blue Bird saja yang sudah menerapkan sistem seperti ini, itu pun baru beberapa armada saja, belum semua.

Namun usaha ini patut diacungi jempol. Setidaknya ada kesadaran perusahaan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan konsumennya. Bukannya bermaksud peomosi, tapi alangkah baiknya jika kedepannya semua perusahaan penyedia jasa transportasi umum sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang sejenis. Saya rasa biayanya tidak terlalu mahal. Klo pun iya, saya yakin konsumen berani bayar lebih jika urusannya sudah menyangkut soal nyawa. Walaupun maut itu ditangan Tuhan, bukan berarti tugas supir angkutan umum untuk mengantarkan kita menghadap kepada-Nya. Setuju ngga masbro? Akur dong pastinya. Pokoknya safety first lah. Monggo dikomentari.

14 thoughts on “Speed Alarm di transportasi umum? Penting ngga sih?

    • Wah… kehormatan euy warung kecil ini dikunjungi sama indener byson yang paling fenomenal sejagat blogger😀

      Makasih udah mampir Pak Bambang. Api apik apik😛

  1. setuju bgt mas bro,angkutan umum memang seharusnya punya speed alarm,ataw speed limiter
    SALAM KARET BUNDAR™

    • emang ada ya masbro? Setelah takumi ganti mesin? Soalnya saya ga ngikutin lagi setelah dia milih jadi pembalap prof. Saya cuma nonton episode awal2, movie versi jay chou, & movie yg tokoh utamanya cewe 2 orang dgn mobil biru aja.

  2. keknya emang perlu Bro.. Ngeri juga liat Bus-Bus lintas pulao di sini pas kebut-kebutan..
    Kos dah banyak Bus yang masuk jurang atao tabrakan parah di lintas Sumatra yang Saya liiat dengan mata kepala sendiri..

    • iya masbro, kadang kesadaran perusahaan akan safety di Indonesia masih rendah sekali. Harusnya selain armadanya dibekali gadget semacam ini, si karyawan juga harus dibekali dengan training tentang safety awareness.

  3. perlu masbro. bluebird kalo gak salah diatas 100 km/jam akan bunyi. Nah ini kan juga akan bikin penumpang aware. “bunyi apaan tuh” sekaligus mengingatkan supir supaya gak terlalu cepat. kecuali supir sama penumpang udah sama cuek yah.

    • Klo Blue Bird max. 110 kpj masbro. Emang bagus banget sistem ini. Asalkan maintenancenya bagus (artinya perusahaan sering melakukan sidak ke masing2 armada supaya ngga ada Fleety yang dicurangi), & sanksi yang diberikan oleh perusahaan sukup tegas

  4. kecelakaan bukan krna supir bos..tpi musibah..klo gak nabrak ya di tabrak..mau pke alat itu jga prcuma..ad gak alarm supir ngantuk…promosi doang itu mah biar laku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s