Pengen punya motor aja kok susah banget ya? (Part3)

Masbro yang pernah mengikuti tulisan saya mengenai perjuangan saya dalam menunggu kedatangan sang kebo sebelumnya disini (Part 1) dan disini (Part 2), mungkin akan terheran2 membaca updatenya ini. Mungkin yang ada di pikiran masbro semua: “kok mau2an ya?”. Tapi ternyata saya ngga sendiri masbro, tidak sedikit teman2 yang mengalami nasib yang 11-12 dengan saya. Dibilang capek? Banget. Kecewa? Berat. Tapi ya mau gimana lagi. Lha klo emang jalannya harus begini, ya terima aja.

Mungkin masbro masih ingat di tulisan saya sebelumnya, kalau orderan Byson saya yang sebelumnya dijanjikan awal bulan Januari sudah bisa turun harus mundur ke akhir Januari. Tapi ternyata itu belum cukup masbro. Tanggal 25 Januari lalu saya menghubungi sales yang menjadi penghubung saya dengan dealer. Jawaban yang saya terima. “Nanti mas, tanggal 28, seperti yang waktu itu saya kasih tau”. Tanggal 28 itu hari Jum’at. Dipikiran saya, sengaret2nya klo ngga tanggal 31 ya tanggal 1 Februari sang kebo sudah bisa merapat ke peraduan. Ternyata suram masbro. Saya coba telepon lagi tanggal 1. Jawabannya cuma “Maaf mas, sampai sekarang belum datang juga”. JEDERRRRR!!!!! Apa2an nih?! Rasanya mau meledak, tapi dipikir2 lagi… kaya’nya ga akan ngerubah apa2. Akhirnya sekitar 1-2 hari kemudian saya mendapat telepon dari perempuan yang mengaku dari dealer pusat (FYI, dealer tempat saya memesan ini dealer kecil di bilangan Kebon Nanas). Sebelumnya saya dijanjikan awal Januari karena ada orang yang membatalkan indenannya & menurut salesnya bisa dilimpahkan ke saya. Ternyata menurut dealer pusatnya tidak bisa seperti itu. Indenan yang dibatalkan tidak bisa dialihkan atau dianggap hangus. Sementara saya harus mengantri dari awal dengan kemungkinan baru bisa terima sekitar akhir Maret. WHAT???? Ya, anda ngga salah lihat masbro. Memang benar saya dijanjikan akhir maret. Sontak saat itu juga saya langsung menghubungi dealer2 Yamaha di Jakarta untuk menanyakan kondisi antrian. Tapi terlambat masbro, dari sekian banyak dealer yang saya hubungi, rata2 antriannya sudah mencapai sekitar 3 bulan atau lebih.

Setelah 2 minggu, tepatnya kemarin sore, saya coba untuk telepon sales saya tersebut. Saya pikir, dihubungin terus aja motor belum tentu turen, apalagi klo didiemin. Intinya, dia merasa sangat bersalah. Dia sendiri sangat menyayangkan keputusan dealer pusat yang membatalkan indenannya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Klo udah begini mau gimana lagi, tidak ada pilihan lain selain duduk manis menunggu kabar. Soalnya saya sudah kadung kesengsem sih sama potongannya si kebo. Mungkin ini PR yang besar buat YMKI. Kalau 1 dealer saja indennya sampai 3 bulan, kebayang berapa perbandingan antara kapasitas produksi dengan demandnya. Ya sudahlah, sembari menunggu, menabung, sekalian mengamati perkembangan R2 di Indonesia. Kali aja nanti ada varian baru yang cocok di kantong & di hati. Betul ngga masbro?

Gambar: nyomot sana sini

14 thoughts on “Pengen punya motor aja kok susah banget ya? (Part3)

  1. Pingback: Yamaha Bangun Pabrik Baru : Upaya Mengurangi Loss of Potential Customer « UNTAIAN MAKNA

  2. @mas Habibie
    Trims sarannya mas. Sampe saat ini saya juga masih usaha kok. Klo untuk ganti, sayangnya belum ada alternatif lain yang bikin saya tertarik. Lha wong Byson aja alternatif dari Ninja yang udah 2 tahun ga kebeli2šŸ˜›

    • Betul masbro. Diterima aja. Abis dipikir2 kasian juga salesnya, kebayang mereka pasti udah kenyang banget makan makian penginden setiap harinya, cuma gara2 harus nanggung dosa perusahaan. Salam kenal juga masbro. Thx udah mampir.

    • maksudnya toko diluar dealer itu, toko2 umum yang jual sgala merk motor ya masbro? Belum pernah coba sih. Thanx ya sarannya. Btw thanx juga udah mampir.

  3. Tampaknya begitu masbro. Sebenernya sih udah ilfeel sama yamaha. Selain inden byson yg terlalu lama, dulu sempat punya mio sporty lansiran 2007 yg velgnya gampang sekali speleng. Tapi ga bisa boong, tampang byson tuh emang keren banget. Walopun begitu, mungkin saya sudah siap beralih ke Bajaj. Selain valuenya lebih menguntungkan, berhubung saya domisili di Jakarta & ngga pernah naik motor ke luar kota, saya rasa 3S bukan masalah berarti buat saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s