Thank you for your love!

Masbro sekalian, mau bernostalgia aja nih sembari makan siang. Judul diatas merupakan sepenggal lirik dari lagu yang pernah saya buat.

Ini kejadian 3 tahun lalu (tahun 2008) semasa saya masih aktif bermain musik. Ceritanya saya dihubungi oleh seorang sahabat, dosen di salah satu universitas swasta terkemuka di Jakarta, yang meminta saya untuk berpartisipasi dalam project yang sedang dia buat. Project itu adalah pameran puisi. Jujur ini sesuatu hal yang sangat baru buat saya. Klo pameran otomotif, furniture, komputer, lukisan, sampai seni kontemporer saya sudah pernah lihat. Klo pameran puisi? Sama sekali belum. Kebayang pun ngga pernah.

Lalu? Apa yang diharapkan oleh sahabat saya ini dari seorang musisi amatiran seperti saya? Baca puisi? Mana bisa! Nyanyi aja false. Ternyata beliau mengharapkan saya untuk bisa memusikalisasikan karya-karyanya. Wow! Musikalisasi puisi. Seru juga nih! Akhirnya kami janjian di kampus saya, kebetulan saat itu saya masih bergelut dengan kuliah pasca sarjana saya, setiap malam seusai kerja. Jadi kalau mau ketemuan ya harus di kampus. Ceritanya, beliau memberikan saya draft konsep acaranya, serta 1 buku berisi kumpulan puisi2 yang pernah dibuat. Enaknya, saya diberi kebebasan untuk memilih puisi mana yang akan saya jadikan lagu.

 

Butuh satu minggu untuk saya mendalami tema dari puisi tersebut & berimajinasi sendiri dengan kemampuan daya khayal saya yang sangat terbatas. Akhirnya, dari sekian banyak puisi yang bagus2, pilihan jatuh kepada tiga buah puisi yang sangat sederhana, tapi memberikan ruang gerak imajinasi yang sangat luas. Dengan bantuan 2 orang sahabat saya dari band saya terdahulu, kami mencoba menuangkannya semampu kami. Alat2 yang digunakan pun sangat terbatas. Hanya bekerja di dalam sebuah kamar dibantu dengan sebuah laptop, PC, bass, gitar listrik, & mic yang bisa dibilang jauh dibawah standar rekaman. Berbekal amunisi software2 musik bajakan seperti Nuendo, Addictive Drum, Guitar Rig, dsb; akhirnya proyek ini bisa rampung dalam waktu hampir 1 bulan. Karena keterbatasan waktu, dari ketiga puisi diatas, kami cuma mampu menyelesaikan 2 lagu saja.

Kemudian 2 lagu ini saya bawa ke sang empunya untuk dinilai. Alhamdulillah responnya sangat memuaskan hati. Sang karya & usaha saya dalam merepresentasikannya dalam bentuk lagu bisa diterima dengan baik. Pada hari H pameran tersebut. Lagu2 ini kami bawakan hanya dengan bermodalkan 2 buah laptop & sebuah gitar. Walaupun sempat terjadi kesalahan teknis, tapi saya rasa cukup ditanggapi dengan baik.

Berikut lagu2 yang berhasil kami buat & aransemen semampu kami, serta foto2 pada saat acara berlangsung. Silahkan dinikmati.

*Tulisan ini saya dedikasikan kepada ketiga orang sahabat saya (Priscilla Epifania, Irwan Yusuf Kusling Putra, & Adham Hasnan) yang karena kesibukan masing-masing jadi sangat jarang bertemu.

One thought on “Thank you for your love!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s