EDANnya EdanE bener-bener edan!

Yup, itulah ungkapan yang tepat setelah dengerin album terbaru EdanE yang berjudul EDAN. Album yang dirilis 4 Desember 2010 ini menawarkan 10 lagu yang sedikit berbeda dari album EdanE sebelumnya. Apalagi klo disandingin sama eranya Ecky Lamoh & Ucok Batara. Jauh banget! Yang ini jauh lebih metal, klo yang dulu lebih ngerock. Walopun porsi rock & metal di album ini masih seimbang. Klo ngarepin petikan gitar ala Eddie van Halen atau Angus Young sih mendingan ga usah dengerin album ini. Karena di album ini Eet bener2 mencabik2 gitarnya. Di album ini kita juga ga bakal nemuin screaming ala Robby Matulandi atau jari2 progresifnya Iwan Xaverius (para fans EdanE tentu udah tau klo Bang Iwan udah “join2 kopi” ke Blackout, “Jangan Letoy!” :P). Tapi disini kita bakal nemuin suara serak baru yang disinyalir dari seorang vokalis bernama Ervin Nanzabakri.

Selain itu, EdanE sekarang berlima! Hahaha… klo buat saya pribadi, ini sesuatu hal yang sangat aneh. Karena ga ada sejarahnya EdanE pernah punya gitaris rhythm, klo pun ada paling cuma additional player aja. Klo ga percaya, nih susunan formasi baru EdanE:

  • Ervin Nanzabakri – Vocal
  • Eet Sjahranie – Lead Guitar
  • Hendra Z. – Rhythm Guitar
  • Daeng Oktav – Bass
  • Fajar Satritama – Drum

Sekilas tentang album terbarunya ini, album ini punya single andalan yang berjudul LIVING DEAD. Jangan tanya gimana, ga ada lagu EdanE yang ga enak. Video klipnya juga sangar banget. Ga ada tema/alur cerita khusus di klip ini, cuma nunjukin keLIARan mereka bermain aja. Sangat natural.

Album ini dibuka oleh lagu instrumental yang berjudul The Undefeated. Bukan lagu instrumental yang dalem ala Evolusi. Cuma suara instrumen ala Skotlandia berdurasi 29 detik. Lagu kedua, Best of Me. Cukup keras, tapi reffrainnya sangat easy listening. Berikutnya Living Dead. Disini Fajar Satritama mulai nunjukin taringnya. Cabikannya Bang Eet juga gokil banget. Next, Comin’ Down. Lagu pertama di album ini yang berbahasa Indonesia. Temanya tentang pulang kampung. Jenis lagu ini straight rock. Setelah dijejali hingar bingar dua lagu sebelumnya, lagu ini cukup santai walopun upbeat. Selanjutnya, Said I’m Alive. Lagu ini lebih menyajikan tempo yang tidak terlalu cepat tapi keras. Jadi Beken, lagu keenam ini enak banget. Santai banget. Beatnya mirip lagu Bintang Masa Depan di album 170 Volts. Lagu ketujuh judulnya No More Tired Life. Buat saya ini lagu paling keras di album ini. Sangar banget (kurang mudeng kuping saya). Yang jelas kakinya Fajar gokil banget di lagu ini. Next, Tell Me Why. Lagu paling slow di album ini. Temanya dalem. Bagus buat jadi bahan renungan kita sebagai bangsa Indonesia. Nadanya juga enak banget, sangat easy listening. Lagu kesembilan, What You’re Gonna Say. Rock’n Roll juga, standar ciri khasnya EdanE lah. Terakhir ditutup dengan Lamin of Peace. Lagu instrumental juga, cuma kali ini dengan gitar/alat musik petik tradisional gitu lah.

Overall album ini sangat enak, 8.5 out of 10 lah. Secara musikalitas ga usah diragukan lagi. Tapi klo buat saya pribadi sih vokalis, bassis, & gitaris baru ini ada plus-minusnya. Untuk nada2 tinggi suara Ervin memang sangat enak. Tapi nada2 rendahnya saya lebih suka suaranya Robby. Nada rendahnya Ervin agak2 mirip Trison, cempreng2 gimana gitušŸ˜€ Lagipula spelling englishnya Robby masih lebih baik dari Ervin. Bassnya juga. Saya lebih suka betotan jarinya Bang Iwan. Simple, Straight, Powerfull, & dominan. Ngingetin saya sama permainan bassnya Michael Anthony (ex. Van Halen). Bukan berarti permainan bassis baru ini jelek. Malah lebih sangar (mungkin style Bang Iwan kurang cocok untuk EdanE versi sekarang, ga tau jg). Tapi saya belum bisa mencirikan “ini lho stylenya Daeng Oktav”. Karena di beberapa part mirip stylenya Iwan tapi dengan sound yg berbeda. Klo dengan Iwan Xaverius dulu, seolah2 pukulan drum Fajar pun jadi bernada. Untuk gitar rhythm, memang membuat musik EdanE lebih rame. Tapi saya juga belum melihat ciri khasnya. Rasanya sama saja dengan Bang Eet yang take suara rhythmnya. Tapi klo itu dimainkan oleh 2 orang yang berbeda, 2 thumbs up deh. Karena secara skill cukup mengimbangi. Biasanya saya dengar blocking backgroundnya hanya suara bass. Kali ini ada suara gitar juga. Asik, cuma terlalu rame. Mungkin karena kuping saya aja yang belum terbiasa. Btw Daeng Oktav sekilas mirip Anto HoedšŸ˜€. Segitu aja reviewnya. Silahkan dikomentari. Buat yang belum beli albumnya, coba diliat video klipnya aja dulu.

2 thoughts on “EDANnya EdanE bener-bener edan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s