Bisnis Travel? Kenapa ngga?

Mas Bro blogger sekalian tentu sering berpergian ke luar kota, baik itu dengan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Kebetulan saya yang berdomisili di Bandung dan bekerja di Jakarta, menempuh jarak jauh antar dua kota ini sudah bukan hal baru lagi. Dulu sebelum tol Purbaleunyi atau yang lebih dikenal sebagai Cipularang selesai dibangun, saya lebih sering menggunakan mobil pribadi atau kereta api. Tetapi saat ini sudah ada alternatif lain yang lebih murah & ga kalah cepat/nyamannya.

Yup, apalagi kalau bukan travel. Jenis transportasi ini mulai merangkak naik jumlahnya sejak tol Purbaleunyi dibangun. Sebut saja para sesepuhnya seperti X-Trans dan Cipaganti yang jumlahnya di jalanan ga kalah banyak dengan jumlah mobil sejuta umat Kijang & Avanza. Atau yang masih muda2 seperti City Trans, Baraya, DayTrans, dll.

Persaingan di bisnis ini pun sangat gila2an. Awalnya bisnis ini cukup terbilang blue ocean. Tapi sekarang bedarah-darah bo! Bukan karena lagi dapet, tapi emang karena bisnis ini sudah menjadi red ocean, alias sudah sangat banyak pemainnya. Sehingga, ga sedikit juga pebisnis yang akhirnya gulung tikar atau cukup sekedar main aman karena tidak sanggup meladeni kerasnya persaingan. Karena harus diakui biaya O&M di bisnis ini sangat besar. Sebut saja Primajasa, yang sudah lebih dulu membumi dengan produk bis antar kota & taksinya, dulu sekitar tahun 2008 termasuk travel yang paling nyaman. Tapi sekarang sudah ga kedengaran lagi gaungnya. Bagaimana tidak? Lha wong biarpun cuma 1 penumpang tetap berangkat. Bayangkan kalau tiket 1 penumpang rata2 Rp. 70ribu, buat beli bensin Jakarta-Bandung & bayar tol aja ga akan cukup. Tapi kalau lagi peak seasonnya, dalam satu jadwal keberangkatan paling tidak ada 3-5 waiting list. Sudah seperti mendulang emas saja.

TV yang menyajikan film dalam bentuk DVD sepanjang perjalanan

Speaker serta controller AC & lampu baca tersendiri untuk masing2 bangku penumpang

Berbagai macam strategi pun dikerahkan untuk menjadi yang terdepan. Mulai dari memperbanyak armada, memperbanyak waktu keberangkatan, menambah jumlah pool, menambah jumlah trayek, meningkatkan kenyamanan di dalam kendaraan, dll. Di travel yang sedang saya naiki sekarang misalnya, cukup nyaman duduk dibelakang dengan bangku tipe single seater, jendela yang ditutupi tirai, disediakan beberapa koran baru, dikasih minum, serta diputarkan DVD sepanjang perjalanan. Sangat menarik bukan? Apalagi klo DVDnya film2 baru, jadi ga usah ke bioskop lagi (ngarep :D). Bahkan di salah satu travel yang sering saya naiki, kita bisa ikut berpartisipasi dalam bisnis ini dengan cara berinvestasi. Dengan menaruh modal minimal Rp. 100 juta, dengan tingkat pengembalian sekian tahun, kita bisa dapet untung belasan persen. Cukup menarik kalo punya uang tidur (sayangnya ngga ada :P). Selain itu, ada pula beberapa travel yang mengekspansi bisnisnya ke executive shuttle, taksi, travel agent (tour), hingga ke alat2 berat. Bisa dibayangkan, disatu sisi bisnis ini menjanjikan keuntungan yang wah hingga bisa ekspansi ke berbagai lini, di sisi lain, bisnis ini juga memiliki persaingan yang sangat besar hingga tidak sedikit pemain yang terpaksa gulung tikar.

Gimana masbro sekalian? Apa masbro berminat untuk bermain di bisnis ini juga? Klo masbro ada yang terjun di bisnis ini boleh dong saya dikasih diskon😛

Monggo dishare pendapatnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s