Perang kopi modern

Semalam nonton Heavyweight episode Java Giant tentang perang kopi antara Dunkin’ Donuts dengan Starbucks di stasiun TV lokal. Seru juga ternyata. Yang satu menawarkan basic american coffee yang satu lagi menawarkan customizable coffee. Walaupun Dunkin’ udah jauh lebih dulu mendominasi pasar amerika, tapi kemunculan Starbucks ga hanya sekedar menawarkan produk, tapi juga lifestyle yang baru bagi warga Amerika.

Ngeliat aplikasinya di market Indonesia, tampaknya bukan Starbucks yang head to head dengan Dunkin’. Melainkan J.Co. Karena market kopi Dunkin’ sendiri masih kalah jauh jika dibandingkan dengan kopi tanah air. Sedangkan pasar donat Dunkin’ yang udah mulai meredup ditangan J.Co. Saya sendiri pernah mengalami masa ‘coffee holic’ dengan Dunkin’ jauh sebelum eranya Starbucks. Sembari nunggu teman/janjian di mall, pasti menclok di Dunkin’ sambil ditemani sama sepotong donat & secangkir kopi/coklat panas. Enak, murah, gaya.šŸ˜€

Saat ini, nama Starbucks di Indonesia memang happening banget. Udah jaminan buat tempat nongkrong bareng kolega di mall. Spot Starbucks sendiri selalu berada di blok yang premium. Benar2 trigger dari sebuah revolusi di dunia bisnis kopi. Saya pribadi sih kurang suka dengan jenis kopi2 banci (kopi pemula) seperti ini, walaupun Starbucks juga menggunakan kopi arabika dari Indonesia sebagai campuran kopi dasarnya. Tapi cara menikmati kopinya itu yang ngga Indonesia banget. Buat saya yang namanya kopi itu hitam, pekat, tapi juga lembut, & yang ga boleh ketinggalan… Tradisional. Minum kopi di warung kopi pinggiran itu jauh lebih nikmat, feelnya dapet banget. Nyaman & tanpa batas. Ngga sok kebule2an.

Kesimpulannya, di Amerika Dunkin’ yang memenangkan pertarungan ini. Originalitas mengalahkan lifestyle baru. Tapi di Indonesia,Ā kalo itu memang perang kopi, Dunkin’ udah pasti kalah telak.Ā Lha wong orang Indonesia senangnya gaya2an kok, & Starbucks memang trendsetter di bidang ini.Ā Kalo menurut Mas Bro gimana?

3 thoughts on “Perang kopi modern

  1. kalo ane ya prefer minum kopi itu dengan alat kyk vietnam drip, syphon, moka pot, dan french press, nggak melulu hrs make mesin espreso yg mahal gila, kopi Indonesia apalagi yg single origin adalah yg terenak di dunia, sayang jika cuma dinikmati dengan di tubruk, terlalu sayang ,kasihan kopi nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s