Alkisah Mimin & Mumun

Mimin & Mumun waktu masih baby

Ringan aja nih mas bro, cuma mau cerita tentang dua kura2 peliharaan saya & pacar aja. Mimin & Mumun. Awalnya kura2 ini kita beli di pasar Jatinegara di sekitar November 2009. Ide awalnya pacar saya pengen kita berdua punya sepasang binatang peliharaan. Karena saya tinggal di rusun yang tidak memperbolehkan memelihara binatang yang berisik & bau, akhirnya pilihan jatuh kepada kura2. Sebelumnya ada pilihan anjing, kucing, & hamster yang langsung gugur di babak penyisihan. Selain kura2, kita juga pernah pelihara ikan cupang hias yang dibeli dari Mas Jaya, juragan cupang di daerah Pondok Labu. Cupang ini kita namain Dadang & Dudung, tapi umurnya ga bertahan lama, cuma si Mimin & Mumun inilah yang masih bertahan sampe sekarang.

Dadang lagi show-off

Dudung juga ga mau kalah

Kenapa Mimin & Mumun? Ada cerita lucu di balik nama itu. Awalnya kita beli kura2 ini waktu masih baby. Klo ga salah ukurannya masih sekitar 3cm. Di tokonya, jenis kura2 Brazil ini ditaruh di dalam satu keranjang besar dalam jumlah banyak. Ngeliat segitu banyaknya baby kura2 tentu bingung mau pilih yang mana. Akhirnya kita pilih yang tempurungnya paling bagus. Masalahnya ga cuma itu, pengetahuan yg minim tentang kura2 juga jadi kendala. Kenapa? Karena kita ga bisa bedain yang mana yang jantan dan yang mana yang betina! Kira2 gini komunikasi antara saya dengan pedagang kura2 tsb:

Saya: “Bang, gimana caranya bedain yang jantan dan yang betina?”

Pedagang: “Dirasain aja mas.”

Dirasain??? Dijilat gitu maksudnya??? Wah, udah gila nih si abang! Lidah lo aja sini yang gw cocolin!

Ya udah, dengan modal jurus capcipcup kita pilih tuh kura2. Akhirnya kita berhasil memilih 2 dari seribu kura2 yang ada di keranjang. Anggap aja mereka sepasang. Ga lupa beli kandang & makanannya, akhirnya mereka resmi jadi anggota baru keluarga kami. Besoknya, pacar saya cari2 informasi tentang kura2 di internet. JEDEEENG!!! Ternyata… Membedakan jenis kelamin kura2 dilihat dari buntutnya. Dan kura2 kami ternyata lesbong a.k.a betince dua2nya. Alhasil kita namain mereka Mimin & Mumun.

Nama Mimin saya ambil dari nama ejekan teman saya untuk motor Minerva 150 (yang bentuknya mirip CBR). Klo Mumun sih ngikutin aja, ada Mimin, ya ada Mumun.

Mimin lagi main di tempat tidur

Mimin & Mumun dirawat di rumah saya. Hanya klo saya lagi pulang ke rumah orang tua di Bandung, mereka dititip di rumah pacar saya. Semenjak September 2010 lalu mereka tinggal di tempat pacar saya, karena patah 1 tangan membuat saya agak kualahan buat ngerawat mereka. Baru kemarin siang mereka pindah ke tempat saya lagi. Karena kandang asli mereka sudah mulai sempit , dan saya sudah menyiapkan satu kontainer buat jadi kandang baru buat mereka.  FYI, sekarang si Mimin & mumun ukurannya udah berubah jadi panjang 11cm lebar 7cm. Perasaan teh waktu saya tinggal masih seukuran power ranger. Eh, sekarang udah seukuran megazordnya.

Itu aja sih ceritanya. Bagaimana dengan Mas Bro sekalian? Apa ada cerita menarik tentang peliharaannya? Monggo disharing dimari.

Mimin & Mumun sekarang

Mimin & Mumun di rumah barunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s