Membangun Website untuk Small Retailer

Topik kita kali ini adalah Bagaimana cara menerapkan e-Business ke dalam sebuah perusahaan kecil? Kedengarannya sih tidak terlalu sulit. Tapi, apa aja sih yang dibutuhkan dalam membangun sebuah online business? Mari kita coba untuk membedahnya satu persatu.

Komponen utama dari sebuah e-business adalah sebuah website. Website inilah yang nantinya akan menjadi gerbang yang akan menghubungkan sebuah perusahaan dengan customernya. Website adalah situs yang dapat diakses dan dilihat oleh para pengguna Internet. Pengguna Internet semakin hari semakin bertambah  banyak, hal ini adalah potensi pasar yang berkembang terus. Dilihat dari kegunaannya, pada saat ini orang lebih suka mencari informasi tentang suatu produk melalui internet sebelum mengunjungi toko tersebut.
Secara garis besar, ada 4 langkah dalam membangun sebuah website, yaitu:

  • Mendaftarkan domain dan hostingDomain ini sangat penting. Domain harus mudah diingat dan mencerminkan perusahaan, sehingga orang akan mudah mencari website perusahaan tersebut. Selain domain, hosting juga sangat dibutuhkan. Tanpa hosting, website tidak akan dapat berjalan online.
  • Menyiapkan materi, desain, dan mulai membuat website – Waktu pembuatan sebuah website akan jauh lebih cepat jika materi-materinya sudah dikumpulkan terlebih dahulu.
  • Promosi – Apa jadinya sebuah website tanpa pengunjung? Untuk itu promosi sangatlah penting. Saya akan membahasnya lebih lanjut dibawah.
  • Analisa hasil website – Berjalannya sebuah website tentu harus dianalisa lebih lanjut. Untuk apa dipertahankan jika website tersebut tidak memberikan value added bagi perusahaan?


Pertanyaannya… Apakah membangun sebuah website semudah itu?


Tentu tidak, apa gunanya membangun sebuah website kalau cuma sekedar website tanpa tujuan yang jelas. Banyak hal yang harus dipertimbangkan (Management Issue) dalam membangun sebuah website.


1. Arsitektur dari sebuah website
Sebelum membangun sebuah website, sangat perlu untuk menentukan tujuan dari website tersebut. Dalam sebuah e-business, website dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, antara lain:

  • Brochure – Menampilkan profil perusahaan, bidang yang dikerjakan, produk/jasa yang ditawarkan, dsb.
  • Commerce – Menjual barang/jasa (dalam hal ini sebuah website harus memungkinkan untuk terjadinya sebuah transaksi).
  • CRM – Membangun hubungan yang baik dengan customer, dimana website yang dibangun harus memungkinkan untuk terjadinya sebuah komunikasi yang bersifat dua arah, baik dari perusahaan ke customer ataupun sebaliknya.
  • Decision support – Membantu dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam sebuah website perusahaan retailer, selain menawarkan sebuah barang, website tersebut harus dapat membantu customer untuk meyakinkan bahwa barang yang dipilih adalah barang yang sesuai dengan yang mereka butuhkan. Selain itu, website tersebut juga dapat memberikan penawaran/saran kepada customer untuk membeli produk lain yang dapat menunjang produk yang mereka beli.
  • Product support – Meningkatkan efektifitas dan menekan biaya inventori dan jasa.
  • Extranet – Sebagai penghubung antara perusahaan dengan supplier, partner, dan pihak-pihak lain yang terlibat dengan proses bisnis perusahaan.
  • Intranets – Meningkatkan hubungan internal perusahaan. Dengan adanya intranet, setiap oaring di perusahaan akan terhubung satu sama lain, sehingga akan menjalin sebuah komunikasi yang baik di perusahaan tersebut.


2. Anggaran
Membangun sebuah website tidaklah semurah yang kita kira. Banyak tahap-tahap yang perlu dilakukan, untuk itu tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan. Lho, emangnya perlu ngapain aja sih? Kok bikin website aja bisa dibilang mahal? Nah, inilah langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membangun sebuah website. Dari langkah-langkah tersebut, maka dapat kita asumsikan sendiri berapa biaya yang dibutuhkan.

  • Planning – Menentukan requirement dan spesifikasi yang diperlukan.
  • Design ‘treatment’ or ‘visuals’ – Tahap inilah yang membutuhkan waktu paling lama dan biaya paling banyak. Karena desain dari sebuah website kerap kali tidak disetujui oleh pihak manajemen. Sehingga perlu dilakukan desain ulang. Untuk mengantisipasi banyaknya waktu yang terbuang dalam tahap ini, desain (termasuk pemilihan warna dan layout) harus sudah ditentukan dan disepakati sejak awal. Sehingga jika terjadi ketidaksesuaian, maka yang perlu dilakukan hanyalah minor change.
  • Implementation – Implementasi disini termasuk database, mengasosiasikan dengan software pendukung, serta pengintegrasian dengan sistem yang sudah perjalan di perusahaan.
  • Testing – Yaitu uji coba kompatibilitas website dengan browser-browser yang umumnya digunakan. Sebuah website harus bisa berjalan di segala browser, karena kita tidak tahu orang akan membuka website kita dengan menggunakan browser apa. Selain itu, uji coba disini termasuk uji coba semua fitur yang ada di website tersebut.
  • Launch – Hore! Akhirnya websitenya muncul di internet! Eits… Nanti dulu. Kita juga perlu melakukan deployment of component parts, website configuration, marketing, dan search engine registration.

Selain itu, biaya juga akan muncul pada:

  • Operational costshosting, marketing, CRM, secure certificate.
  • Website content management in-house, out-of-house.

PS: Jangan lupa uang rokok & kopinya juga ya!😀


3. Desain
Nah, inilah bagian yang paling sering menjadi masalah dari pembuatan sebuah website. Sering kali dalam mendesain sebuah website terdapat perbedaan keputusan dari pihak manajemen perusahaan. Karena masalah desain menyangkut masalah selera. Untuk itu, desain dari sebuah website harus benar-benar dapat merepresentasikan perusahaan itu sendiri. Kira-kira apa saja sih parameter yang perlu diperhatikan dalam menentukan sebuah desain? Mari kita bahas satu persatu.

  • Target market – Siapa target dari website tersebut? Kira-kira apa yang mereka inginkan dari website tersebut?
  • Base layout – Warna-warna serta layout dari website harus sesuai dengan corporate color dari perusahaan itu sendiri. Tujuannya, supaya orang yang mengakses website tersebut tidak akan merasa asing lagi dengan website yang mereka kunjungi.
  • Content – Apa saja yang akan ditampilkan? Seberapa sering update dilakukan? Bagaimana cara mengelolanya? Hal ini tentu harus diputuskan dengan benar-benar matang. Karena pengunjung tentu akan bosan mengunjungi website yang tidak pernah diupdate.
  • Database – Data apa saja yang perlu dimasukkan ke dalam database?
  • Multimedia – Penggunaan multimedia tentu akan membuat website menjadi lebih menarik dan atraktif. Tapi, seberapa perlu sih multimedia akan digunakan? Kalau terlalu berlebihan juga nantinya website akan semakin berat, sehingga akan sulit untuk diakses.
  • Accessibility – Ini juga hal yang penting. Kalau target marketnya pengguna internet rumahan yang menggunakan akses dial-up yang super lambat, untuk apa membuat website yang terlalu banyak fasilitas yang fungsinya hanya sekedar untuk mempercantik website itu saja.
  • Interactivity – Interaktif disini tentu membutuhkan dukungan dari database yang baik, dengan menampilkan profil customer yang sering mengunjungi website, tentu akan membuat customer akan merasa lebih nyaman untuk berada di website tersebut dalam waktu yang lebih lama.
  • Search/drill down – Dengan adanya fasilitas ini, tentu akan memudahkan customer dalam mencari apa yang mereka butuhkan dari website perusahaan tersebut.
  • Multiple languages – Hal ini juga perlu diperhatikan jika target marketnya tidak hanya satu negara tertentu.
  • Security – Untuk perusahaan yang bergerak di bidang retail yang memungkinkan untuk terjadinya sebuah transaksi di dalam websitenya, hal ini tentu menjadi perhatian utama. Karena perusahaan harus bisa menjamin bahwa transaksi yang dilakukan di websitenya benar-benar aman.
  • Visitor experience – Sebuah website harus dapat memberikan kesan yang baik bagi pengunjungnya. Untuk itu kecepatan dan kemudahan dalam navigasi juga perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah website.
  • Newsletters – Dengan adanya newsletter, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada customer. Mengapa? Dengan adanya newsletter, customer akan selalu mengikuti perkembangan dari perusahaan. Selain itu, customer akan merasa lebih diperhatikan karena personal touch yang kita lakukan.
  • Forums – Forum bisa memiliki berbagai macam fungsi. Tetapi tujuan utama dari sebuah forum adalah untuk membangun sebuah komunitas yang nantinya diharapkan akan loyal terhadap perusahaan tersebut.


4. E-Commerce
Jika perusahaan menginginkan terjadinya transaksi di dalam websitenya, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Antara lain:

  • Shopping systems – Yang dimaksud shopping system disini adalah cara berbelanja, harga yang ditawarkan, diskon, dan keranjang belanja (baskets) di website tersebut.
  • Payment handling – Bagaimana proses pembayarannya? Apakah dengan menggunakan kartu kredit, cek, transfer bank, COD, atau PayPal?
  • Drop shipping – Bagaimana proses pengiriman barangnya hingga ke customer?
  • Terms and conditions, copyright, privacy policy, serta kerahasiaan dari data informasi customer juga perlu diperhatikan.


5. Legal
Yang dimaksud legal disini adalah bagaimana ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu juga mengenai data protection, serta regulasi yang berlaku di setiap daerah/negara yang menjadi target market perusahaan.


6. Marketing & promosi
Apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat website dapat diakses oleh banyak orang?

  • Traffic of website – Hal ini harus diperhatikan, karena jangan sampai website menjadi down dan tidak bisa diakses lantaran trafficnya over limit.
  • Keywords/meta tags Keyword/meta tags sangat berguna untuk pencarian website tersebut, terutama di search engine ternama seperti Yahoo! dan Google.
  • Offline promotion Offline promotion sangat berguna pada awal-awal berdirinya sebuah website. Karena belum banyak orang yang tahu mengenai website yang kita bangun.
  • Livery of website & email adressess – Dengan menyeragamkan alamat email dari setiap orang di perusahaan, maka secara tidak langsung dapat mempromosikan website perusahaan tersebut.



7. Operasional website
Setelah website itu berjalan, tentu akan ada biaya untuk promosi dan pengelolaan website tersebut. Website yang out-of-date akan mengurangi minat customer untuk mengunjunginya. Untuk menjaga isi website tetap segar tentu membutuhkan orang yang bertanggungjawab untuk mengelolanya (web admin). Untuk itu perlu ditentukan siapa yang akan mengelolanya? baik dari luar maupun dari dalam perusahaan, lalu seberapa sering website itu diupdate? harian, mingguan, ataupun bulanan.


Kesimpulan…
Website hanyalah sebagian kecil tools untuk menunjang proses bisnis perusahaan. Bukan berarti dengan mendirikan website perusahaan kita PASTI berhasil. Yang sangat penting adalah fokus yang jelas… Kemana tujuan perusahaan tersebut. Penggunaan website hanyalah sebuah teknik untuk membuat kita berbeda dengan perusahaan yang lain. Siapa bilang perusahaan kecil tidak bisa go online? Setelah mengetahui langkah-langkah diatas, tentu akan lebih mudah untuk menerapkan bisnis online ke dalam perusahaan. Jadi… Sudah siapkah perusahaan anda untuk go online?


Referensi: www.comauth.co.nz, www.eworkingwomen.com, www.caz.ltd.uk, www.small-business-consultants.net, gpsolusi.com, techscape.co.id

One thought on “Membangun Website untuk Small Retailer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s