Interview w/ Hendri Mulya Sjam

17 12 2008

 

Yin, Hendri Mulya Sjam, Tari, Adhist

Ki-ka: Yin, Bpk. Hendri Mulya Sjam, Tari, Adhist

Hari Senin 15 Desember 2008 kemaren gw dapet kesempatan yang langka banget bisa wawancara dengan Bpk. Hendri Mulya Sjam (VP Product & Mobile Data Service dari Telkomsel) untuk keperluan tugas kelompok Managing Customer mata kuliah Entrepreneurship di Kampus S2 gw. Yang menariknya, waktu untuk pengerjaan tugas ini 2 minggu, dan deadlinenya Selasa kemarin tanggal 16 Desember 2008, sedangkan kita belum dapat kepastian untuk objek wawancara. Sebelumnya gw dikenalin ke Bpk. Fuad Fachroeddin (VP Indosat) oleh Lukas Silaban rekan sekantor gw yang kebetulan teman kuliahnya. Tapi sayangnya Pak Fu baru bisa diwawancarai setelah tanggal 16, sedangkan tanggal 16 tugas harus sudah masuk. Akhirnya dengan berat hati, terpaksa gw membatalkan janji wawancara dengan Pak Fu. Untungnya Pak Fu bisa memaklumi.

Beberapa hari kemudian teman sekelompok gw Tari akhirnya berhasil membuat janji dengan Pak Hendri. Jadwal wawancara pun ditentukan, Senin 15 Desember 2008 jam 07.00 pagi di Wisma Mulia, kantornya Pak Hendri. Karena ingin berangkat bareng, akhirnya gw & Adhist janjian di kantor gw di bilangan Fatmawati jam 05.30 pagi. Berhubung rumah gw di Pondok Kelapa & gw naik motor, terpaksalah berangkat jam 04.45 balapan sama tukang sayur. Sampe di Wisma Mulia jam 06.15, ketemu Tari jam 06.30, lalu langsung naik ke kantornya Pak Hendri. Ternyata Pak Hendri SUPER ON-TIME! Tepat jam 07.00 wawancara dimulai hingga jam 08.15. Banyak ilmu yang bisa didapat dari hasil wawancara dengan Pak Hendri. Pemikiran-pemikiran beliau benar-benar luar biasa. Akhirnya setelah data-data diperoleh, materi wawancara diserahkan ke Ady, Ibnu, & Farid (teman-teman sekelompok yang tidak ikut wawancara) untuk dibuatkan summarynya.

Selasa, 16 Desember 2008, jam 02.00 siang tugas hampir selesai, malamnya sudah bisa dikumpul. Tapi tiba-tiba ada SMS dari Layanan Mahasiswa di kampus…. Perkuliahan Entrepreneurship pada tanggal 16/12/08 dibatalkan. Kuliah pengganti akan diinfokan lebih lanjut. Terima kasih…… T_T

Mohon maaf yang sebesar-besarnya buat Pak Fu karena udah ngebatalin janji wawancara, sumpah! Bener-bener ngga enak hati gw. Terima kasih buat Pak Hendri yang sudah mau diganggu waktunya pagi-pagi. Terima kasih juga buat Anet yang udah bikinin sarapan buat Adhist & gw.





Apakah e-Procurement benar-benar dapat mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas?

16 12 2008

Sebelum masuk ke pembahasan dari judul diatas, sebenarnya apa sih e-Procurement itu sendiri? E-procurement adalah pengadaan barang atau jasa dengan menggunakan media elektronik seperti internet atau jaringan komputer lainnya.

E-Procurement menawarkan sebuah sistem pembelian dan penjualan online dengan mengefisienkan proses pengadaan, mengurangi biaya operasi, serta mengurangi pengeluaran untuk waktu administrasi dan memperpendek birokrasi. Keuntungan yang dijanjikan oleh e-Procurement meliputi penyederhanaan proses, penghematan uang, waktu, serta beban kerja tambahan yang normalnya berhubungan dengan pekerjaan tulis-menulis (paperless).

E-Procurement sendiri di Indonesia banyak digunakan di lembaga-lembaga pemerintahan, BUMN, serta NGO untuk mengadakan tender paket-paket pekerjaan, seperti Departemen Pekerjaan Umum, salah satu departemen yang paling sering mengadakan e-Procurement. NGO seperti ADB, World Bank, dsb pun mengadakan tender proyek dengan menggunakan e-Procurement. Tetapi kembali lagi kepada pertanyaan diatas, apakah e-Procurement benar-benar dapat mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas?

Baily menjelaskan dalam the five rights of e-Procurement, bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal, e-Procurement harus:

  • At the right place.
  • Delivered at the right time.
  • Are of the right quality.
  • Of the right quantity.
  • From the right source.

Jika penerapan e-Procurement sudah tepat atau setidaknya memenuhi kriteria apa yang dikatakan oleh Baily diatas, maka efisiensi biaya yang diharapkan dengan adanya e-Procurement pasti akan bisa tercapai. Lalu, akan timbul pertanyaan berikutnya. Efisiensi seperti apa sih yang ditawarkan oleh e-Procurement?

Menurut resolute.com.au, efisiensi yang ditawarkan oleh e-Procurement antara lain:

  • The Elimination of Administrative Costs. Penerapan e-Procurement mengotomatisasi banyak proses administrasi dalam pembelian sehingga menjadi proses yang tanpa tertulis (paperless). Dengan adanya proses yang paperless, akan mengalihkan beban adminstrasi bagi staf dan mengotomatiskan pekerjaan kunci sehingga menghemat waktu mereka. Dengan adanya penghematan waktu tentu akan mempercepat proses bisnis dan akan berdampak pada penghematan biaya karyawan.
  • Reduced Purchase Costs. Mengapa e-Procurement dikatakan dapat memangkas biaya pembelian? Ketika bertransaksi dengan pemasok secara elektronik, pemasok akan menjadi lebih sering memberikan diskon karena biaya administrasi mereka lebih rendah.
  • Reduced Purchase Cycle Time. Dengan sistem pengadaan yang tradisional, waktu dari pemesanan hingga pengiriman dapat berhari-hari atau berbulan-bulan, membuat proses pengadaan menjadi kurang layak untuk kebutuhan-kebutuhan yang harus dipesan secara cepat. Hal ini disebabkan oleh persyaratan-persyaratan tertulis yang harus ditangani secara manual oleh satu orang atau lebih. Dengan e-Procurement pekerjaan semacam ini bisa di otomatisasi. Sehingga siklus pengadaan hingga selesai akan jauh lebih cepat.
  • Reduced Order Error Rate. E-procurement dapat mengurangi kecenderungan kesalahan pengguna dalam proses pengadaan, karena pesanan-pesanan dibuat dengan memilih item-item yang ada di katalog dalam sistem. Hal ini mengurangi peluang pesanan diterjemahkan secara tidak tepat, harga-harga tidak tepat, atau item-item dalam katalog sudah usang dan tidak diproduksi lagi pada waktu pemesanan.

Selain itu e-Procurement juga memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut:

  • Greater Management Control. Dengan e-Procurement, akan lebih mudah untuk melakukan pemantauan, karena semua data pengadaan diproses melalui satu database terpusat dan terintegrasi secara otomatis.
  • User Compliance. Pada sistem pengadaan tradisional, permintaan tertulis sangat menyita waktu dan mudah mengalami penundaan-penundaan ketika permintaan tersebut melalui proses persetujuan yang tidak membutuhkan perhatian banyak pengguna. Dengan e-Procurement, pengguna dapat dengan cepat menyelesaikan pesanan pada layar dengan interface yang user-friendly. Selain itu, mereka dapat melacak perkembangan pesanan mereka pada tahap manapun dari rantai persetujuan dan dapat diinformasikan secara elektonik untuk pengiriman barang dari pemasok.
  • Knowledge Workers. Dengan adanya e-Procurement, para karyawan tidak lagi terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan administratif seperti mengisi dan menyampaikan form-form, karena semuanya terkomputerisasi dan para karyawan diberi informasi untuk mengelola pengadaan tersebut, sehingga mengubah karyawan menjadi knowledge workers serta menghasilkan produktivitas yang lebih baik lagi.

Kesimpulan…

Dengan penerapan e-Procurement yang tepat guna, maka akan dapat mengurangi biaya-biaya yang sebelumnya muncul pada sistem pengadaan secara tradisional. Selain itu proses pengadaan juga akan lebih cepat dan transparan, serta proses bisnis perusahaan akan lebih cepat dan optimal, sehingga akan menghasilkan profit yang lebih besar.

Referensi: http://ebisnis.wordpress.com/materi/e-procurement/; http://emarketplace.lgaq.asn.au/lgaq/resources/e-Marketplace/e-procurement%20Benefits.doc; http://www.depperin.go.id/ind/publikasi/berita_psb/2008/2008472.HTM; http://www.wartaeproc.com/; http://www.epiqtech.com/e-procurement.htm